HUBUNGAN ANTARA JUMLAH UANG BEREDAR, INFLASI DAN PERTUMBUHAN EKONOMI DI INDONESIA PERIODE 1993.1 - 2006.3

ALDILA KURNIANINGSIH, 040318150 (2007) HUBUNGAN ANTARA JUMLAH UANG BEREDAR, INFLASI DAN PERTUMBUHAN EKONOMI DI INDONESIA PERIODE 1993.1 - 2006.3. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2007-kurnianing-5623-c31_07-k.pdf

Download (321kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
7122a.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Menurut pandangan Klasik dalam teori kuantitas uang, dijelaskan bahwa uang tidak mempunyai pengaruh terhadap sektor tetapi perubahan pada jumlah uang beredar akan menyebabkan perubahan tingkat harga saja. Sedangkan menurut pandangan Keynes, dijelaskan bahwa uang tidak netral, dalam artian uang mempunyai peranan dalam mempengaruhi sektor riil. Konsep inilah yang menjadi dasar penggunaan jumlah uang beredar sebagai variabel antara dalam sebuah mekanisme transmisi kebijakan moneter. Dalam pelaksanaannya, efektivitas kebijakan moneter moneter tersebut tergantung pada hubungan antara uang beredar dengan variabel ekonomi utama seperti inflasi dan pertumbuhan ekonomi. Dalam penelitian ini, menggunakan vector error correction model (VECM) sebagai alat analisis pada data kuartalan perekonomian Indonesia selama periode 1993.1-2006.3. Variabel yang diteliti adalah jumlah uang beredar (M1 dan M2), inflasi (indeks harga konsumen) serta pertumbuhan ekonomi (riil gross domestic product). Selanjutnya perangkat yang digunakan dalam mengintepretasikan basil estimasi model VECM ini adalah (i) fungsi impulse response yang dapat menjelaskan respon shock variabel yang satu terhadap variabel yang lainnya dalam model; (ii) variance decomposition, yang memberikan proporsi/kontribusi pergerakan pengaruh shock pada variabel yang satu terhadap variabel yang lainnya dalam model. Hasil dari impulse response menunjukkan bahwa shock jumlah uang beredar (Ml dan M2) secara signifikan dan positif berpengaruh terhadap inflasi, sedangkan pertumbuhan ekonomi merespon negatif shock dari jumlah uang beredar (MI dan M2). Kemudian basil dari variance decomposition menunjukkan bahwa proporsi/kontribusi jumlah uang beredar terhadap inflasi adalah 23% dari variabel M1 dab 49% dari variabel M2, sedangkan proporsi/kontribusi jumlah uang beredar terhadap pertumbuhan ekonomi adalah 13% dari variabel M1 dan 29% dari variabel M2. Dari basil tersebut mengindikasikan bahwa dalam jangka panjang shock dari jumlah uang beredar hanya akan berdampak pada inflasi, dan tidak banyak pengaruhnya terhadap kegiatan ekonomi riil.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 C 31/07 Kur h
Uncontrolled Keywords: INFLATION ( FINANCE); ANTI � INFLATIONARY POLICIES; MONEY SUPPLY
Subjects: H Social Sciences > HJ Public Finance > HJ9-9940 Public finance > HJ2240-5908 Revenue. Taxation. Internal revenue > HJ2351 Inflation and taxation
K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K(520)-5582 Comparative law. International uniform law > K3820-3836 Economic constitution, policy, planning, and development
Divisions: 04. Fakultas Ekonomi dan Bisnis > Ekonomi Pembangunan
Creators:
CreatorsEmail
ALDILA KURNIANINGSIH, 040318150UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorSoebagyo, Drs., EcUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Duwi Prebriyuwati
Date Deposited: 12 Dec 2007 12:00
Last Modified: 15 Jun 2017 22:57
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/7122
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item