PERGESERAN MAKNA MITOS KUNGKUM SINDEN SENDANG MADE DI DESA MADE KECAMATAN KUDU KABUPATEN JOMBANG

YUNI SETYANINGSIH, 121314153001 (2018) PERGESERAN MAKNA MITOS KUNGKUM SINDEN SENDANG MADE DI DESA MADE KECAMATAN KUDU KABUPATEN JOMBANG. Thesis thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (abstrak)
abstrak.pdf

Download (263kB) | Preview
[img] Text (full text)
full text.pdf
Restricted to Registered users only until 28 March 2021.

Download (2MB)

Abstract

Tradisi kungkum sinden di Sendang Made dilakukan masyarakat pendukungnya terutama para sinden sejak zaman pelarian prabu Airlangga. Pada awalnya ritual kungkum sinden dilakukan para sinden dalam rangkah ngalap berkah yaitu untuk penglarisan. Sejak tahun 2002 tradisi kungkum sinden mengalami perkembangan dengan adanya program pemerintah yang mengaktualisasi ritual kungkum sinden dalam rangkah pengembangan pariwisata. Adanya perkembangan budaya serta perubahan pola pikir masyarakat searah dengan perkembangan budaya global telah berpengaruh terhadap kelangsungan mitos kungkum sinden ditengah masyarakat. Karena upacara kungkum sinden yang dikembangkan pemerintah untuk tujuan wisata maka ada beberapa pergeseran dalam pelaksanaan ritual tradisi kungkum sinden yang dilakukan pemerintah jika dibandingkan dengan aslinya. Pelaksanann prosesi ritual dibuat lebih menarik dan meriah. Penelitian ini dilakukan di Desa Made, Kecamatan Kudu, Kabupaten Jombang. Penelitian ini menitik beratkan pada dua hal, yaitu pertama mengenai mitos kungkum sinden yaitu bagaimana cerita mitos kungkum sinden dan sejarah asal mula kungkum sinden, kemudian yang kedua pergeseran makna mitos kungkum sinden setalah adanya campur tangan pemerintah dalam mengembangkan pariwisata di kabupaten Jombang. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif dengan teknik pengumpulan data secara kualitatif yang ditempuh dengan beberapa metode yaitu metode observasi, penuturan kembali, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan pergeseran makna akan diungkap menggunakan hermeneutika Gadamer dengan menggunakan empat konsep pemahaman Gadamer yaitu bildung, sensus communis, pertimbangan, dan taste atau selera untuk melihat bagaimana masyarakat memaknai mitos kungkum sinden sebelum dan sesudah adanya campur tangan pemerintah. Penelitian ini menghasilkan sebagai berikut, ritual kungkum sinden merupakan salah satu bentuk warisan budaya leluhur yang sampai sekarang masih tetap dilestarikan. Upacara kungkum sinden mengalami pergeseran makna yang semula bermakna sebagai ritual pribadi untuk mencari penglarisan bagi pelaku kungkum sekarang berubah menjadi produk wisata. Pemerintah mengubah ritual sakral dengan kepercayaan mistis terhadap penglarisan menjadi ritual mencari penglarisan yang disesuaikan dengan ajaran Islam dengan usaha yang realistis. Hal tersebut dibuktikan dengan prosesi yang memasukkan unsur Islam dengan do’a-do-a yang dipimpin oleh pemuka agama Islam. Hal ini dapat dimaknai bahwa pemerintah berusaha mengubah kungkum sinden di Sendang Made menjadi sebuah ritual yang sesuai dengan ajaran Islam dan yang memberikan penglarisan adalah Tuhan melalui pemerintah selaku penyelenggara acara

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB KK TKSB 18/18 Set p
Uncontrolled Keywords: Pergeseran makna, kungkum sinden, Sendang Made, pergeseran ritual kungkum sinden
Subjects: P Language and Literature > PN Literature (General) > PN80-99 Criticism
Divisions: 12. Fakultas Ilmu Budaya > Magister Kajian Sastra dan Ilmu Budaya
Creators:
CreatorsNIM
YUNI SETYANINGSIH, 121314153001UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorTrisna Kumala Satya Dewi, Dr. .D., Dra.,MsUNSPECIFIED
Depositing User: Unnamed user with email indah.fatma@staf.unair.ac.id
Date Deposited: 27 Mar 2018 19:39
Last Modified: 27 Mar 2018 19:39
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/71357
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item