RESEPSI MAHASISWA MUSLIM DI UNIVERSITAS AIRLANGGA TERHADAP JIHAD DAN TERORISME DALAM FILM DOKUMENTER PRISON AND PARADISE (2010)

Fristi Ayu Rininta, 121414153013 (2018) RESEPSI MAHASISWA MUSLIM DI UNIVERSITAS AIRLANGGA TERHADAP JIHAD DAN TERORISME DALAM FILM DOKUMENTER PRISON AND PARADISE (2010). Thesis thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (abstrak)
abstrak.pdf

Download (326kB) | Preview
[img] Text (full text)
full text.pdf
Restricted to Registered users only until 28 March 2021.

Download (1MB)

Abstract

Film dokumenter Prison and Paradise (P&P) merupakan salah satu film yang sempat kontroversial karena polemik pencekalan yang dilakukan oleh Lembaga Sensor Film atau LSF karena dianggap berisi muatan yang dapat membawa pengaruh ideologi negatif terhadap pemuda muslim Indonesia. Film ini mengangkat dokumentasi wawancara dengan pelaku bom Bali I yaitu terpidana mati Imam Samudra, Amrozy, Ali Ghufron dan terpidana penjara seumur hidup Ali Imron. Berangkat melalui pernyataan LSF ini peneliti melakukan penelitian resepsi penonton untuk mengetahui pemaknaan pemuda muslim mengenai konten jihad dan terorisme di dalam film ini. Responden yang dipilih adalah anggota dari empat organisasi mahasiswa ekstra kampus (ormek) berideologi Islam di Universitas Airlangga, yaitu: Pergerakan Mahasiswa Muslim Indonesia (PMII), GEMA Pembebasan, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemaknaan keempat ormek tersebut terhadap konten jihad dan terorisme di dalam film P&P, konstruksi apa yang menjadi bingkai pengetahuan yang melatar belakangi pemaknaan keempat ormek dan bagaimana posisi ormek sebagai penonton film P&P. Penelitian ini menggunakan teori studi resepsi penonton milik David Morley dalam menganalisis data dan metode kualitatif sebagai paradigma penelitian. Focus Group Discussion atau diskusi kelompok terarah digunakan sebagai teknik pengumpulan data yang digabungkan dengan wawancara mendalam untuk meraih variabel-variabel yang penting. Berdasarkan hasil analisis temuan dari penelitian ini adalah: pertama, keempat ormek memiliki pemaknaan yang berbeda-beda mengenai konten jihad dan terorisme dalam film tersebut yang kemudian diasosiasikan dengan pandangan jihad dan terorisme menurut mereka, kedua, perbedaan pemaknaan keempat ormek merupakan hasil konstruksi dari praktik berorganisasi mereka yang mana keempat organisasi ini juga memiliki afiliasi dengan organisasi masyarakat atau partai politik tingkat nasional yang semuanya berideologi Islam, ketiga, dari hasil analisis pemaknaan jihad dan terorisme dan bagaimana bingkai pengetahuan responden sebagai anggota organisasi mahasiswa berideologi Islam memperlihatkan posisi penonton sebagai responden film P&P adalah: (1) seluruh kelompok responden berada pada posisi oposisi dalam menerima aksi terorisme dengan menggunakan bom, (2) dalam menerima statement pelaku bahwa jihad adalah perang (jihad fisik) tiga kelompok responden (PMII, IMM dan KAMMI) ada pada posisi negosiasi dan satu kelompok responden (GEMA Pembebasan) ada pada posisi dominasi, dan (3) seluruh kelompok responden ada pada posisi negosiasi dalam merespon pencekalan terhadap film P&P.\ Interpretasi dari seluruh hasil temuan tersebut adalah adanya politik identitas kelompok yang dilakukan oleh masing-masing kelompok responden dalam mendefinisikan kebenaran beragama, sehingga dalam praktik beragama responden menunjukkan bias organisasi yang memiliki pengaruh yang sangat besar. Jihad sebagai sebuah konsep di dalam Islam tidak dibantah keberadaannya oleh responden dan mereka sepakat bahwa jihad merupakan bagian dari Islam, tetapi menjadi hal lain ketika jihad dirupakan dalam praktik beragama. Hal menarik yang muncul selama pengamatan penelitian adalah bagaimana semua kelompok responden membuat diferensiasi dengan menciptakan dikotomi antara orang yang “paham agama” dan yang “tidak paham agama”. Secara tersurat peneliti menangkap ada oposisi biner yang bekerja disini, dimana responden sebagai anggota dari organisasi yang berideologi Islam merupakan pihak yang “paham agama” sementara orang-orang yang berada di luar organisasi adalah yang “tidak paham agama”. Sudut pandang seperti ini sangat rentan memicu fanatisme dalam berkelompok yang apabila dipelihara dapat menciptakan tendensi mikro fasisme di dalam kampus yang dilakukan oleh agen-agen akademis sendiri. Penelitian ini menunjukkan beragamnya organisasi mahasiswa ekstra kampus berideologi Islam, yang juga memiliki keterikatan baik secara struktural, kultural maupun ideologi dengan organisasi masyarakat atau partai politik, adalah bukti bahwa praktik Islam di Indonesia yang tidak akan pernah sama antara satu dengan yang lainnya bahkan dalam ranah mikro seperti kampus. Ketika kontestasi keislaman terus terjadi maka disitulah politik identitas kelompok akan terus muncul. Posisi Islam sebagai agama mayoritas di Indonesia tidak menjadi jaminan akan tunggalnya pemikiran dan praktik beragama umatnya, dan selama perbedaan ini tidak terpelihara dengan baik selama itu pula politik identitas kelompok akan terus bergesekan dalam memperjuangkan kebenaran versi mereka.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB KK TKSB 21/18 Rin r
Uncontrolled Keywords: film dokumenter, ormek Islam, studi resepsi penonton, jihad, terorisme
Subjects: P Language and Literature > PN Literature (General) > PN1600-3307 Drama
Divisions: 12. Fakultas Ilmu Budaya > Magister Kajian Sastra dan Ilmu Budaya
Creators:
CreatorsEmail
Fristi Ayu Rininta, 121414153013UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorNur Wulan, Dra.,M.A.,Ph.DUNSPECIFIED
Depositing User: Unnamed user with email indah.fatma@staf.unair.ac.id
Date Deposited: 27 Mar 2018 20:10
Last Modified: 27 Mar 2018 20:10
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/71366
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item