KORELASI KADAR ST2 TERLARUT SERUM DENGAN JUMLAH KEJADIAN KARDIOVASKULAR MAYOR SELAMA PERAWATAN DI RUMAH SAKIT PADA PASIEN INFARK MIOKARD AKUT DENGAN ELEVASI SEGMEN-ST

Ari Rahmawati, NIM011181310 (2018) KORELASI KADAR ST2 TERLARUT SERUM DENGAN JUMLAH KEJADIAN KARDIOVASKULAR MAYOR SELAMA PERAWATAN DI RUMAH SAKIT PADA PASIEN INFARK MIOKARD AKUT DENGAN ELEVASI SEGMEN-ST. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (Abstrak)
PPDS.JP. 08-18 Rah k Abstrak.pdf

Download (100kB) | Preview
[img] Text (fulltext)
PPDS.JP. 08-18 Rah k.pdf
Restricted to Registered users only until 29 March 2021.

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Latar belakang: Infark miokard akut dengan elevasi segmen-ST (IMA-EST) memiliki morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Suatu biomarka yang dapat dideteksi dini sangat penting dalam penentuan tindakan dan untuk mengurangi perburukan kondisi klinis. Pada IMA-EST area miokardia yang mengalami cedera maupun yang sehat mengalami peregangan. ST2 terlarut (suppression of tumorigenicity 2) adalah protein serum yang secara nyata diinduksi pada miosit jantung dan fibroblast yang mengalami regangan mekanis karena proses injuri atau infark dan memiliki peran sebagai reseptor umpan dari interleukin-33, sehingga menghambat sistem kardioproteksi ST2. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan korelasi kadar serum sST2 saat admisi terhadap kejadiaan kardiovaskular mayor (KKvM), yaitu kematian oleh sebab apapun, stroke, IMA ulangan, revaskularisasi urgent pada target vessel, syok kardiogenik dan aritmia maligna, pada pasien IMA-EST yang menjalani rawat inap. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian prospektif observasional dengan pendekatan korelasi. Subjek penelitian adalah pasien dengan diagnosis IMA-EST onset <24 jam dan menjalani perawatan di ICCU dan ruang perawatan kardiovaskular RSU Dr. Soetomo Surabaya. Uji ELISA dilakukan untuk mengukur kadar serum sST2 dari sampel darah perifer yang diambil saat admisi. Berdasarkan kadar sST2 subjek dibagi dalam tiga kelompok yaitu inframedian, median, dan supramedian. Subjek kemudian diamati selama perawatan dan dinilai munculnya KKvM. Hasil: Subjek penelitian ini sebanyak 36 pasien, dengan nilai rerata dan simpang baku kadar sST2 sebesar 22.04 ± 7.81 ng/mL dan median 21.11 ng/mL. 14 subjek masuk dalam kelompok sST2 inframedian, 11 subjek dalam kelompok sST2 median, dan sisanya masuk dalam kelompok sST2 supramedian. Sebanyak tiga subjek (8.3%) mengalami KKvM selama masa perawatan. Nilai rerata dan simpang baku kadar sST2 berbeda bermakna antara subjek yang mengalami KKvM dan tidak mengalami KKvM (35.33 ± 0.50 ng/mL v.s 20.81 ± 6.94 ng/mL). Didapatkan korelasi positif dengan kemaknaan moderat antara kadar serum sST2 dengan KKvM pada pasien IMA-EST (r = 0.471; p < 0.05). Kesimpulan: ST2 terlarut merupakan biomarka kardiovaskular baru yang meningkat pada pasien dengan IMA-EST dan berkorelasi dengan peningkatan jumlah kejadian kardovaskular mayor selama masa perawatan di rumah sakit.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKA KK PPDS.JP. 08-18 Rah k
Uncontrolled Keywords: soluble ST2, infark miokard akut dengan elevasi segmen-ST, kejadian kardiovaskular mayor.
Subjects: R Medicine > RC Internal medicine > RC666-701 Diseases of the circulatory (Cardiovascular) system
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran > Ilmu Penyakit Jantung
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
Ari Rahmawati, NIM011181310NIM011181310
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorMuhammad Aminuddin, dr. SpJP (K)-FIHAUNSPECIFIED
ContributorEsti Hindariati, dr.SpJP (K)-FIHAUNSPECIFIED
Depositing User: Tatik Poedjijarti
Date Deposited: 28 Mar 2018 16:47
Last Modified: 28 Mar 2018 16:47
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/71409
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item