GENDER STEREOTYPING IN OXFORD ADVANCED LEARNER’S DICTIONARY’S EXAMPLES: A CASE STUDY ON THE SEMANTIC ZONE & SEMANTIC PROSODY OF [MAN] & [WOMAN]

SINDY ALICIA GUNAWAN, 121411231102 (2018) GENDER STEREOTYPING IN OXFORD ADVANCED LEARNER’S DICTIONARY’S EXAMPLES: A CASE STUDY ON THE SEMANTIC ZONE & SEMANTIC PROSODY OF [MAN] & [WOMAN]. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (abstrak)
abstr.pdf

Download (401kB) | Preview
[img] Text (full text)
full text.pdf
Restricted to Registered users only until 4 April 2021.

Download (2MB)

Abstract

Dalam beberapa tahun terakhir, isu gender di bidang akademis semakin mendapat perhatian daripada sebelumnya. Bahkan terdapat klaim bahwa kamus pun tidak terbebas dari stereotip gender. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti kemungkinan adanya stereotip gender dalam contoh kamus yang tersedia di Oxford Advanced Learner’s Dictionary edisi kesembilan (2015), kamus pelajar yang diproduksi oleh salah satu penerbit kamus tertua dan paling terkenal. Dengan menggunakan teori zona semantik oleh Tenorio (2000) dan prosodi semantik oleh Sinclair (2003), contoh kamus yang berisi kata [man] dan [woman] yang dijadikan data korpus dianalisis untuk menemukan apakah ada implikasi gender stereotip dalam kamus tesebut. Dalam pembuatan data korpus, contoh kamus dikelompokkan menjadi empat kategori. Temuan penelitian menunjukkan bahwa zona semantik prosodi semantik yang mendominasi data adalah 1) character (23.2%) dan prosodi negatif (41.0%) dalam 753 contoh untuk kategori [man]; 2) physical appearance (18.1%) dan prosodi negatif (35.8%) dalam 425 contoh untuk kategori [woman]; 3) modes of address (22.4%) dan prosodi netral (55.1%) dalam 49 contoh untuk kategori [man] dan [woman]; dan 4) derogatory sense, intelligence-lack of intelligence, serta soc-sex (masing-masing 20.0%) dan prosodi positif (46.7%) dalam 15 contoh untuk kategori [woman] and [man]. Analisis temuan menunjukkan adanya relevansi antara representasi masing-masing gender dalam kamus dengan stereotip gender tradisional di masyarakat di mana wanita dipandang memiliki peran sekunder. Namun, ditemukan perkembangan yang menunjukkan penggambaran wanita yang dinamis meskipun porsinya belum bisa dibilang signifikan. Dari penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa perlahan namun pasti, gerakan feminisme mulai memberikan dampak pada pandangan terhadap gender di masyarakat.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK FS BE 44/18 Gun g
Uncontrolled Keywords: dictionary, gender, gender stereotyping, lexicography, stereotyping
Subjects: Q Science > Q Science (General) > Q123 Dictionaries
Divisions: 12. Fakultas Ilmu Budaya > Sastra Inggris
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
SINDY ALICIA GUNAWAN, 121411231102UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorDeny Amos Kwary, Ph.DUNSPECIFIED
Depositing User: Unnamed user with email indah.fatma@staf.unair.ac.id
Date Deposited: 03 Apr 2018 21:38
Last Modified: 03 Apr 2018 21:38
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/71593
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item