UJARAN PENDERITA AFASIA MOTORIK KARENA STROKE DI SMF PENYAKIT SARAF RSUD Dr. SOETOMO SURABAYA (STUDI KASUS MORFOSINTAKSIS DALAM TINJAUAN NEUROLINGUISTIK)

SUCI WULANDARI, 121311133139 (2017) UJARAN PENDERITA AFASIA MOTORIK KARENA STROKE DI SMF PENYAKIT SARAF RSUD Dr. SOETOMO SURABAYA (STUDI KASUS MORFOSINTAKSIS DALAM TINJAUAN NEUROLINGUISTIK). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (Abstrak)
FS.BI. 21-18 Wul u Abstrak.pdf

Download (185kB) | Preview
[img] Text (Fulltext)
FS.BI. 21-18 Wul u.pdf
Restricted to Registered users only until 9 April 2021.

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Skripsi yang berjudul “Ujaran Penderita Afasia Motorik karena Stroke di SMF Penyakit Saraf RSUD Dr. Soetomo Surabaya studi kasus Morfosintaksis dalam Tinjauan Neurolinguistik” ini bertujuan untuk mendeskripsikan ujaran penderita Afasia Motorik karena Stroke melalui klasifikasi ujaran penderita Afasia motorik dalam tataran morfologi dengan analisis ujaran berdasarkan proses morfologis bahasa Indonesia. Tataran dalam bidang sintaksis yaitu dengan cara klasfikasi ujaran penderita Afasia Motorik karena stroke ke dalam fungsi sintaksis dan hubungan fungsional antarkata/frase dalam klausa atau kalimat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini bersifat deskriptif kualititatif. Metode pengumpulan data pada skripsi ini menggunakan metode simak (observasi) dan dibantu dengan teknik rekam, teknik catat, dan teknik pustaka. Informan yang yang terdapat dalam skripsi ini terdiri dari enam, yaitu PAMS1, PAMS2, PAMS3, PAMS4, PAMS5, dan PAMS6 Data yang diperoleh kemudian ditranskripsikan dan dianalisis berdasarkan klasifikasinya. Hasil dari analisis data ini menunjukkan bahwa penderita Afasia motorik mengalami gangguan bahasa dalam tataran morfologi dan sintaksis bahasa Indonesia. Dalam ranah morfologi PAMS sulit mengujarkan dan bahkan menghilangkan prefiks –ber, -men, dan –ter. Pada infiks PAMS menghilangkan sisipan –em, dan –er. Pengujaran kata yang tergolong ke dalam proses reduplikasi dan komposisi dapat diucapkan, akan tetapi PAMS melesapkan atau menghilangkan reduplikasi dengan pembubuhan afiks dan sulit mengucapkan fonem bunyi [r]. Kemampuan dalam tataran sintaksis PAMS belum dapat mengucapkan unsur-unsur kalimat yang menduduki fungsi S, P, O dan hanya mampu mengucapkan fungsi Ket.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FS.BI. 21-18 Wul u
Uncontrolled Keywords: Morfosintaksis, Afasia Motorik, Stroke, Neurolinguistik.
Subjects: P Language and Literature > P Philology. Linguistics > P101-410 Language. Linguistic theory. Comparative grammar
Divisions: 12. Fakultas Ilmu Budaya > Sastra Indonesia
Creators:
CreatorsEmail
SUCI WULANDARI, 121311133139UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorLuita Aribowo, Dr., S.S., M.A.UNSPECIFIED
ContributorSita Setyowatie, dr., Sp.S.UNSPECIFIED
Depositing User: Tatik Poedjijarti
Date Deposited: 08 Apr 2018 16:56
Last Modified: 08 Apr 2018 16:56
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/71693
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item