ANALISIS PERDAGANGAN INDONESIA - JEPANG : PERDAGANGAN KOMODITAS MANUFAKTUR SITC 5 - 8 PERIODE 1997 - 2002

RATIH PUTRI WIDAYANTI HADI, 040016706 (2005) ANALISIS PERDAGANGAN INDONESIA - JEPANG : PERDAGANGAN KOMODITAS MANUFAKTUR SITC 5 - 8 PERIODE 1997 - 2002. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2008-hadiratihp-6137-c31_05-k.pdf

Download (326kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
7172a.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Indonesia dan Jepang telah lama memiliki hubungan perdagangan. Hubungan perdagangan yang erat ini salah satunya terlihat dari pentingnya Indonesia bagi Jepang karena menjadi pasar terbesar bagi produk-produk Jepang di Asia. Perdagangan antara Indonesia dan Jepang tidak hanya mencakup produk-produk dari sektor pertanian dan manufaktur tetapi juga jasa-jasa. Penelitian ini menganalisis tentang perdagangan antara Indonesia dan Jepang khususnya dalam sektor industri manufaktur. Menggunakan analisis perdagangan intra-industri, penelitian ini diharapkan dapat memberi gambaran mengenai pola perdagangan intra-industri dalam sektor industri manufaktur antara Indonesia dan Jepang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menghitung nilai indeks perdagangan intra-industri yang dilakukan dengan cara menghitung selisih nilai ekspor dan impor pada komoditas manufaktur sejenis dalam perdagangan bilateral antara Indonesia dan Jepang. Dalam hat ini, komoditasnya diambil berdasarkan klasifikasi S ITC (Standard International Trade Classification) untuk sektor industri manufaktur yaitu SITC 5 hingga 8. Nilai indeks dihitung hingga pada komoditas-komoditas } ang tercakup dalam SITC 3 digit dalam klasitikasi ini. Dalam penelitian ini, produk-produk yang diperoagangkan dikelompokkan berdasarkan tingkat kualitas rya, yaitu diferensiasi produk vertikal (produk-produk dengan tingkat kualitas berbeda) dan diferensiasi produk horisontal (produkproduk dengan tingkat kualitas lama). Pola perdagangan juga dibedakan menjadi tiga, yaitu perdagangan dua arah dalam diferensiasi produk vertikal, perdagangan dua arah dalam diferensiasi produk horisontal dan perdagangan satu arah. Hasil perhitungan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat perdagangan intra-industri antara Indonesia dan Jepang secara rata-rata selama periode 1997-2002 masih rendah. Sedangkan jika ditinjau dari komoditasnya, terdapat 31 komoditas yang memiliki nilai indeks perdagangan intra-industri tinggi selama periode 1997-2002. Komoditas-komoditas ini didominasi oleh komoditas yang padat teknologi (technology intensive). Pada komoditas manufaktur dengan nilai indeks perdagangan intra-industri tinggi, pola perdagangan antara Indonesia dan Jepang seluruhnya bersifat perdagangan dua arah dalam diferensiasi produk vertikal dimana produk-produk yang diperdagangkau memiliki tingkatan kualitas yang berbeda.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 C 31/05 Had a
Uncontrolled Keywords: INTERNATIONAL TRADE
Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD2340.8-2346.5 Small and medium-sized businesses, artisans,handicrafts, trades
H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD9720-9975 Manufacturing industries
H Social Sciences > HF Commerce > HF1-6182 Commerce
Divisions: 04. Fakultas Ekonomi dan Bisnis > Ekonomi Pembangunan
Creators:
CreatorsEmail
RATIH PUTRI WIDAYANTI HADI, 040016706UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorSoebagyo, Drs., EcUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Duwi Prebriyuwati
Date Deposited: 16 Feb 2008 12:00
Last Modified: 19 Jun 2017 19:55
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/7172
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item