PENGARUH FAKTOR STRES KERJA TERHADAP KONDISI STRES KARYAWAN PT. MASPION SURABAYA DENGAN MOTIVASI SEBAGAI VARIABEL MODERATOR

KIKI FAOZIA, 040234609 E (2007) PENGARUH FAKTOR STRES KERJA TERHADAP KONDISI STRES KARYAWAN PT. MASPION SURABAYA DENGAN MOTIVASI SEBAGAI VARIABEL MODERATOR. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2008-faoziakiki-7743-b166_07.pdf

Download (157kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
7198a.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (15MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Pada hakikatnya setiap individu boleh saja memiliki segudang keinginan, harapan, citi-cita, tujuan, target dan semacamnya. Namun yang menjadi persoalan adalah bagaimana hal tersebut dapat diwujudkan tanpa harus menimbulkan stres yang berlebihan. Stres yang berlebihan dapat membuat orang tidak mampu untuk prioritas dalam membuat keputusan, mereka tidak bisa mengerjakan tugas dengan maksimal dan membuat banyak kesalahan, dan juga dapat mengganggu kesehatan. Tujuan dari skripsi ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara faktor stres kerja (X) dengan kondisi stres karyawan (Y) dengan variabel kontrol motivasi (Z) pada karyawan Maspion, dimana dengan motivasi diharapkan dapat membantu meringankan kondisi stres karyawan. Populasi penelitian ini adalah karyawan Maspion yang berada di kantor pusat Maspion Surabaya. Untuk mengetahui kekuatan hubungan antara variabel faktor stres kerja (X) dan Kondisi Stres (Y) dicari menggunakan korelasi product moment dan Pearson. Sedangkan untuk memperkuat variabel independen atau memperlemah hubungan antara variabel independen lainnya terhadap variabel dependen, menggunakan uji regresi yang disebut uji interaksi (Moderated Regression Analysis) melalui SPSS 12.0 for windows. Dari hasil analisis data didapatkan R2 sebesar 0,531 dimana yang berarti ada hubungan parsial didapatkan tingkat signifikansi sebesar 0,000, dimana yang berarti hubungan antar variabel stres kerja terhadap kondisi stres dengan adanya variabel moderator yaitu motivasi berada dalam kondisi stres sedang. Sedangkan untuk korelasi parsial antara variabel stres kerja, dengan kondisi stres adalah variabel tuntutan dari luar organisasi atau pekerjaan, dimana tingkat tuntutan dari luar organisasi atau pekerjaan dengan adanya motivasi maka menaikkan tingkat kondisi stres karyawan. Dapat disimpulkan bahwa motivasi dapat menaikkan dan dapat juga menurunkan kondisi stres karyawan. Diharapkan dengan adanya hasil dari penelitian ini dapat dibuat acuan bagi perusahaan untuk lebih memperhatikan kekurangan karyawan dalam menjalankan pekedaannya. Dengan adanya kedasama antara pihak pimpinan dan karyawan maka akan dapat diraih tujuan bersama.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK -2 B 166/07 Fao p
Uncontrolled Keywords: JOB STRESS
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology > BF501-504.3 Motivation
B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology > BF511-593 Emotion, Feeling, Affection
H Social Sciences > HF Commerce > HF5549-5549.5 Personnel management. Employment
Divisions: 04. Fakultas Ekonomi dan Bisnis > Manajemen
Creators:
CreatorsEmail
KIKI FAOZIA, 040234609 EUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorDian Ekowati, S.E., M.Si., M.AppCom(OrgChg)UNSPECIFIED
Depositing User: Nn Duwi Prebriyuwati
Date Deposited: 30 Oct 2008 12:00
Last Modified: 20 Jun 2017 18:04
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/7198
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item