ANALISIS PENGARUH KOORDINASI INTRA-ORGANIZATIONAL TERHADAP KINERJA PUSKESMAS DALAM PROGRAM PEMANTAUAN PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN BALITA (Studi di Puskesmas Kabupaten Banjar)

AYU RIANA SARI AZWARI, 101414453050 (2018) ANALISIS PENGARUH KOORDINASI INTRA-ORGANIZATIONAL TERHADAP KINERJA PUSKESMAS DALAM PROGRAM PEMANTAUAN PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN BALITA (Studi di Puskesmas Kabupaten Banjar). Thesis thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (Abstrak)
TKA. 24-18 Azw a Abstrak.pdf

Download (21kB) | Preview
[img] Text (Fulltext)
TKA. 24-18 Azw a.pdf
Restricted to Registered users only until 2 May 2021.

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Data Balita dengan BGM di Puskesmas wilayah Kabupaten Banjar dari tahun 2011 sampai 2014 mengalami kenaikan. Target nasional untuk balita dengan BGM adalah <5% dan target daerah untuk balita dengan BGM adalah <1,5%. Secara target nasional, kenaikan yang terjadi masih dibawah target yakni 3,25%. Namun jika dibandingkan dengan target daerah, maka persentasi balita dengan BGM di Puskesmas Wilayah Kabupaten Banjar Martapura masih merupakan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh koordinasi intra-organizational terhadap kinerja puskesmas dalam program pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan observasional analitik. Sampel penelitian 18 Puskesmas. Jumlah responden dari penelitian ini sebesar 126 orang yang tersebar di 18 Puskesmas. Sehingga informasi dari masing-masing puskesmas didapatkan dari 7 orang responden. Hasil penelitian dianalisis berdasarkan teori koordinasi dari Mintzberg dan Thompson serta teori dari Tannenbaum, Beard, Salas (1992). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa kesesuaian koordinasi berpengaruh terhadap kinerja. Artinya apabila tipe ketergantungannya sesuai dengan mekanisme koordinasi, maka akan memberikan dampak positif terhadap kinerja yang dihasilkan. Normatifnya tipe ketergantungan yang dilakukan untuk setiap kegiatan dalam program pemantauan perkembangan dan pertumbuhan balita adalah Pooled interdependence, ketika Puskesmas menggunakan Pooled interdependence maka mekanisme koordinasi yang seharusnya dilakukan adalah Standardization. Hasil penelitian ini membuktikan teori koordinasi menurut Shortell (1988), koordinasi adalah kegiatan secara sadar untuk menyatukan dan menyelaraskan berbagai potensi yang berbeda sehingga dapat berfungsi secara harmonis untuk mencapai tujuan organisasi. Pada penelitian ini, koordinasi dioperasionalisasikan untuk menyatukan kegiatan yang dilaksanakan oleh bagian yang terlibat di Puskesmas untuk mencapai kinerja pelayanan program pemantauan perkembangan dan pertumbuhan balita secara optimal. Koordinasi yang dilakukan harus konsisten, artinya antara tipe ketergantungan dan mekanisme koordinasi yang diterapkan sesuai agar program pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita dapat dilaksanakan dengan baik.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKC KK TKA. 24-18 Azw a
Uncontrolled Keywords: Tipe ketergantungan, mekanisme koordinasi, dan kinerja.
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat > Magister Administrasi dan Kebijakan Kesehatan
Creators:
CreatorsEmail
AYU RIANA SARI AZWARI, 101414453050UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorDjazuly Chalidyanto, Dr., S.KM., M.ARS.UNSPECIFIED
ContributorWidodo J.P., dr., M.S., M.PH., Dr.PHUNSPECIFIED
Depositing User: Tatik Poedjijarti
Date Deposited: 01 May 2018 20:51
Last Modified: 01 May 2018 20:51
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/72076
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item