TEKNIK PEMIJAHAN TIGER CATFISH (Pseudoplatystoma fasciatum) DENGAN INDUKSI OVAPRIM DI BALAI PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN BUDIDAYA IKAN HIAS, PANCORAN MAS, DEPOK, JAWA BARAT

NINDYA MEIDYVA USUMAN, 141411131147 (2017) TEKNIK PEMIJAHAN TIGER CATFISH (Pseudoplatystoma fasciatum) DENGAN INDUKSI OVAPRIM DI BALAI PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN BUDIDAYA IKAN HIAS, PANCORAN MAS, DEPOK, JAWA BARAT. Fakultas Perikanan dan Kelautan, Surabaya Universitas Airlangga. (Unpublished)

[img]
Preview
Text (Abstrak)
PKL.PK.BP. 99-18 Usu t Abstrak.pdf

Download (111kB) | Preview
[img] Text (Fulltext)
PKL.PK.BP. 99-18 Usu t.pdf
Restricted to Registered users only until 7 May 2021.

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Ikan Tiger Catfish merupakan ikan hias introduksi yang cukup diminati para pecinta ikan hias. Ikan ini memiliki corak yang khas yaitu garis-garis hitam putih seperti motif pada harimau serta bintik-bintik hitam pada sirip. Semenjak masuk Indonesia baik para penggemar ikan hias maupun pembudidaya telah berusaha melakukan pemijahan alami namun belum mendapatkan hasil yang bagus. Semakin tingginya permintaan pasar terhadap ikan Tiger Catfish ini maka perlu dilakukan pemijahan buatan. Tujuan dari Praktek Kerja Lapang ini adalah untuk memperoleh pengetahuan, pengalaman, dan memperoleh ketrampilan lapang dalam teknik pemijahan buatan dari ikan hias tiger catfish (Pseudoplatystoma fasciatum). Praktek Kerja Lapang ini dilaksanakan di Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Ikan Hias, Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat pada tanggal 20 Januari – 20 Februari 2017. Metode kerja yang digunakan dalam Praktek Kerja Lapangan ini adalah metode deskriptif dengan pengambilan data primer dan data sekunder. Pengambilan data dilakukan dengan cara partisipasi aktif, observasi, wawancara, dan studi pustaka. Teknik pemijahan buatan ikan Tiger Catfish yang dilakukan di Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Ikan Hias Depok terdiri dari beberapa tahapan, yaitu tahap persiapan wadah, tahap pemeliharaan induk, tahap seleksi induk, tahap injeksi hormon, tahap pengurutan (stripping), tahap pencampuran telur dan sperma (fertilisasi) dan tahap inkubasi telur. Perbandingan induk yang dipijahkan adalah 1:1. Penyuntikan ovaprim hanya dilakukan pada induk betina. Dosis yang diperlukan adalah 0.8ml/kg, dengan bobot induk sebesar 4.78kg maka digunakan dosis sebanyak 3.824ml. Induk betina hanya disuntik 1 kali namun terbagi menjadi 2 bagian suntikan yaitu pada punggung dibawah sirip dorsal (intramuscular) kanan dan kiri. Waktu laten yang diperlukan yaitu 12 jam setelah dilakukan penyuntikan. Pengeluaran telur dan sperma dilakukan dengan cara pengurutan (stripping) pada wadah yang berbeda. Pembuahan dilakukan dengan mencampur telur dan sperma yang kemudian dibilas dengan air mineral. Telur yang telah terbuahi selanjutnya ditebar pada akuarium. Jumlah fekunditas didapat sebanyak 673700 butir telur. Fertilization Rate (FR) yang didapat adalah 30.33% dan Hatching Rate (HR) sebesar 50.54%.

Item Type: Other
Additional Information: KKC KK PKL.PK.BP. 99-18 Usu t
Uncontrolled Keywords: TEKNIK PEMIJAHAN, TIGER CATFISH (Pseudoplatystoma fasciatum), INDUKSI OVAPRIM
Subjects: S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling > SH1-691 Aquaculture. Fisheries. Angling > SH201-399 Fisheries > SH334.9-336.5 Fishery processing
Divisions: 14. Fakultas Perikanan dan Kelautan
Creators:
CreatorsEmail
NINDYA MEIDYVA USUMAN, 141411131147UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorAgustono, Ir., M.Kes.UNSPECIFIED
Depositing User: Tatik Poedjijarti
Date Deposited: 06 May 2018 17:09
Last Modified: 06 May 2018 17:09
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/72222
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item