KURANG PENDENGARAN DAN PERMASALAHANNYA: Pidato diucapkan pada peresmian penerimaan jabatan Guru Besar dalam Ilmu Penyakit Telinga, Hidung dan Tenggorok pada Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga di Surabaya pada hari Kamis tanggal 11April 1996

M.S. WIYADI, Prof. (1996) KURANG PENDENGARAN DAN PERMASALAHANNYA: Pidato diucapkan pada peresmian penerimaan jabatan Guru Besar dalam Ilmu Penyakit Telinga, Hidung dan Tenggorok pada Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga di Surabaya pada hari Kamis tanggal 11April 1996. Fakultas Kedokteran, Surabaya Universitas Airlangga. (Unpublished)

[img]
Preview
Text (Fulltext)
PG.216-10-Wiy-k.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Pendengaran adalah indera yang sangat diperlukan dalam komunikasi antar manusia, yaitu dalam bentuk percakapan. Melalui percakapan kita dapat menyampaikan pesan dan menanggapi kehendak orang lain, hubungan timbal balik dengan orang lain inilah yang mendasari kehidupan sosial. Hubungan melalui percakapan ini kemudian melahirkan bahasa. Dengan bahasa inilah seseorang anggota masyarakat dapat bergaul sehari-hari, dapat memindahkan pengetahuan dan yang terpenting, ialah dapat bekerja baik dalam mencari nafkah. Pendengaran memungkinkan manusia berfikir. Sesungguhnya seseorang berfikir dengan jalan membentuk kata-kata dalam fikirannya. Dan ia tidak dapat membentuk kata-kata jika ia tidak pernah mendengarnya karena telinganya tuli, dan akibatnya seseorang menjadi bisu. Kita dapat mendengar jantung berdebar, pernafasan, darah mengalir dalam pembuluh kita. Jika seseorang sekonyong-konyong menjadi tuli, ia tidak dapat mendengar bunyi-bunyi itu lagi; ia akan merasa tidak hidup lagi. Kadang-kadang perasaan demikian dapat menimbulkan ingin bunuh diri. Hidup seseorang yang tuli atau kurang pendengaran yang berat adalah dalam kesunyian. Tetapi berlainan dari kesunyian yang di cari manusia modern zaman sekarang, yaitu kesunyian alam, jauh dari keributan suatu dunia modern penuh dengan bising motor, mesin, musik keras dan sebagainya Supaya dapat menikmati alam sepi dan tenang dimana hanya mendengar burung-burung berkicau, angin sepoi-sepoi atau bunyi air mengalir dalam sungai, juga derap kaki kuda yang tidak diganti oleh deru kendaraan bermotor.

Item Type: Other
Additional Information: KKA KK PG. 216-10 Wiy k
Uncontrolled Keywords: KURANG PENDENGARAN
Subjects: R Medicine > RF Otorhinolaryngology
Divisions: Pidato Guru Besar
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
M.S. WIYADI, Prof.UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
UNSPECIFIED-, -UNSPECIFIED
Depositing User: Tatik Poedjijarti
Date Deposited: 10 May 2018 18:07
Last Modified: 10 May 2018 18:07
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/72266
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item