PENDEKATAN EPISTEMOlOGI ILMU KEDOKTERAN JlWA DALAM STUDI PERILAKU MANUSlA: Pidato Pengukuhan diucapkan pada peresmian penerimaan jabatan Guru Besar dalam mata pelajaran IImu Kedokteran Jiwa pada Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga di Surabaya pada hari Sabtu tanggal 14 April 1984

Moeljono Notosoedirdjo, Prof. (1984) PENDEKATAN EPISTEMOlOGI ILMU KEDOKTERAN JlWA DALAM STUDI PERILAKU MANUSlA: Pidato Pengukuhan diucapkan pada peresmian penerimaan jabatan Guru Besar dalam mata pelajaran IImu Kedokteran Jiwa pada Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga di Surabaya pada hari Sabtu tanggal 14 April 1984. Fakultas Kedokteran, Surabaya Universitas Airlangga. (Unpublished)

[img]
Preview
Text (Fulltext)
PG.255-10-Not-p.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Sejak manusia mulai memberanikan diri untuk setapak demi setapak keluar dari kubu alam pikiran mistik serta pandangan hidup yang ditutupi oleh kabut kepercayaan yang penuh dengan kegaiban alam lagi pula kepada roh - roh jahat yang sering mengganggu manusia, maka mulailah dia menginjakkan kakinya pada landasan alam pikiran yang riil dalam upaya memecahkan masalah sakit. Ilmu kedokteran, khususnya kedokteran jiwa yang semula melakukan upaya dengan cara mistik mulai tergerak untuk memiliki pengetahuan mengenai apa yang terjadi pada sakit jiwa. Rasa ingin tahu ini hanya dapat dikembangkan dengan jalan menguraikan dan meneliti secara sistematik bagian-bagian tubuh manusia. Orientasi berpikir mengenai sakit berkembang kearah orientasi organobiologik. Plato yang pertama menganggap bahwa jiwa terdapat didalam otak dan kearah situ penelitian harus dilakukan. Herophilus dan Erasistnitus dari Alexandria yang dalam abad ke 3 Sebelum Masehi telah memulai dengan melakukan pemeriksaan otak binatang dan diteruskan dengan cara yang sistematik oleh Galenus dengan mengadakan seksi pada semua bagian tubuh binatang sehingga nama Galenus yang lebih dikenal. Galenus telah membuat buku tentang anatomi juga telah membuat tulisan tentang amnesia, migraine dan gangguan jiwa. Kesalahan - kesalahan yang dibuat oleh Galenus yang dibuat karena dikira bahwa struktur organ-organ manusia tidak berbeda dengan binatang telah dibetulkan oleh Vesalius yang dengan keberanian yang luar biasa telah mengadakan seksi pada mayat manusia. Teori bahwa sakit jiwa bukan disebabkan karena kemasukan roh jahat disebar luaskan tetapi ternyata tidak mudah untuk diterima oleh masyarakat. Perjuangan yang bersifat humanisme timbul yaitu agar mereka yang sakit jiwa diperlakukan manusiawi dan tidak dirantai dan disiksa. Sikap ini ditentang oleh golongan ulama dan tetap beranggapan bahwa sakit jiwa adalah disebabkan karena kemasukan roh jahat dan harus dikeluarkan hanya dengan eara menyiksa penderita sakit jiwa. Seranus sendiri telah menjadi korban perjuangan humanismenya. Upaya pengobatan dan perawatan penderita jiwa diluar Rumah Sakit serta upaya pencegahan sakit jiwa dan peningkatan kesehatan jiwa kepada masyarakat luas juga rehabilitasi penderita jiwa dalam masyarakat merupakan perubahan sikap masyarakat dalam menanggapi sakit jiwa merupakan Revolusi yang ke III dalam psikiatri.

Item Type: Other
Additional Information: KKA KK PG. 255-10 Not p
Uncontrolled Keywords: ILMU KEDOKTERAN JIWA, PERILAKU MANUSIA
Subjects: R Medicine > RC Internal medicine > RC0321 Neuroscience. Biological psychiatry. Neuropsychiatry
Divisions: Pidato Guru Besar
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
Moeljono Notosoedirdjo, Prof.UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
UNSPECIFIED-, -UNSPECIFIED
Depositing User: Tatik Poedjijarti
Date Deposited: 10 May 2018 18:55
Last Modified: 10 May 2018 18:55
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/72269
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item