ADOPSI SAK BERBASIS IFRS SECARA MANDATORY DAN AUDIT DELAY

RIZAL MAWARDI, 041614253037 (2018) ADOPSI SAK BERBASIS IFRS SECARA MANDATORY DAN AUDIT DELAY. Thesis thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (Abstrak)
TEA. 22-18 Maw a Abstrak.pdf

Download (46kB) | Preview
[img] Text (Fulltext)
TEA. 22-18 Maw a.pdf
Restricted to Registered users only until 21 May 2021.

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) pada tahun 2012 mengeluarkan keputusan perubahan kebijakan adopsi SAK berbasis IFRS secara voluntary menjadi mandatory. Adopsi SAK berbasis IFRS secara mandatory berdampak pada peningkatan kompleksitas praktik akuntansi. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan dan menguji apakah terjadi peningkatan atau penurunan audit delay yang disebabkan faktor internal dan eksternal perusahaan. Penelitian ini dilakukan dengan metode analisis statistik deskriptif dan perbandingan koefisien determinasi (R2) untuk membuktikan dampak peningkatan / penurunan audit delay dari fenomena perubahan adopsi SAK berbasis IFRS serta analisis model regresi berganda pada periode adopsi SAK berbasis IFRS secara voluntary atau mandatory. Hasil analisis deskriptif menunjukan temuan perbandingan rata-rata audit delay pada perusahaan manufaktur di Indonesia adalah sama antara periode adopsi SAK berbasis IFRS secara voluntary dan mandatory yaitu 76 hari. Perbandingan hasil koefisien determinasi R2 = 0,194 pada periode adopsi SAK berbasis IFRS secara voluntary dan koefisien determinasi R2 = 0,264 pada periode adopsi SAK berbasis IFRS secara mandatory. Analisis model regresi berganda menunjukan temuan faktor yang mempengaruhi audit delay pada periode adopsi SAK berbasis IFRS secara voluntary adalah keahlian keuangan komisaris, komisaris wanita, ukuran komite audit, ukuran kantor akuntan publik dan opini audit sedangkan faktor determinasi yang mempengaruhi audit delay pada periode adopsi SAK berbasis IFRS secara mandatory adalah keahlian keuangan komisaris, direksi independen, ukuran komite audit, rapat komite audit, dan ukuran kantor akuntan publik. Temuan ini berimplikasi pada pembuktian secara empiris teori Agensi dan teori Ceilling Glass terhadap praktik pelaksanaan audit.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB KK-2 TEA. 22-18 Maw a
Uncontrolled Keywords: dualitas komisaris, keahlian keuangan komisaris, ukuran dewan direksi, direksi independen, jenis kelamin, komite audit, ukuran kantor akuntan publik, opini audit, audit delay
Subjects: H Social Sciences > HJ Public Finance > HJ9-9940 Public finance > HJ9701-9940 Public accounting. Auditing
Divisions: 04. Fakultas Ekonomi dan Bisnis > Magister Akuntansi
Creators:
CreatorsEmail
RIZAL MAWARDI, 041614253037UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorHamidah, Dr., SE., M.Si., Ak.,CA.,CMA.UNSPECIFIED
Depositing User: Tatik Poedjijarti
Date Deposited: 20 May 2018 16:11
Last Modified: 20 May 2018 16:11
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/72387
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item