ESTIMASI NILAI PERBANDINGAN RISIKO TUBERKULOSIS PARU PADA PENDERITA HIV-AIDS (BERDASARKAN META ANALISIS)

ERLAKH RUMKHULLAH, 101514553021 (2018) ESTIMASI NILAI PERBANDINGAN RISIKO TUBERKULOSIS PARU PADA PENDERITA HIV-AIDS (BERDASARKAN META ANALISIS). Thesis thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (Abstrak)
TEP. 14-18 Rum e Abstrak.pdf

Download (87kB) | Preview
[img] Text (Fulltext)
TEP. 14-18 Rum e.pdf
Restricted to Registered users only until 25 June 2021.

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Tuberkulosis memiliki berbagai faktor risiko, namun nilai faktor risiko HIV/AIDS dari berbagai penelitian menghasilkan nilai berbeda-beda. Di Etiopia, orang dewasa dengan AIDS stadium klinis 3 dan 4 berisiko tuberkulosis sebesar 5,66 dan 7,89 kali lipat. Penelitian di Tiongkok menemukan bahwa penderita HIV dengan kadar CD4 dibawah 200 berisiko terkena tuberkulosis hingga 20,4 kali lipat. Penelitian di Indonesia menemukan bahwa penderita HIV stadium 4 berisiko terinfeksi tuberkulosis 1,55 kali lipat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai faktor risiko tuberkulosis paru pada penderita HIV/AIDS dengan metaanalisis. Metode yang digunakan adalah meta analisis. Sasaran penelitian adalah jurnal yang menggunakan desain studi cross sectional dengan nilai adjusted OR risiko tuberkulosis paru pada penderita HIV/AIDS. Pencarian jurnal dilakukan di 7 situs internasional journal publisher. Jurnal yang dicari memiliki tanggal pembuatan 1993 hingga 2017. Hasil pencarian dan pensortiran menghasilkan 22 jurnal, 12 jurnal disaring berdasarkan full-text dan lima jurnal disaring berdasarkan variabel referan yang mendominasi. Satu jurnal memberikan pesan kesalahan saat melakukan input data, sehingga tersisa empat jurnal yang dapat dianalisis. Jurnal individual yang dianalisis memiliki proporsi sampel penderita HIV per non-HIV yang rendah. Nilai risiko yang dihasilkan dari meta-analisis ini adalah 2,696 (95%CI 1,496-4,857), dan ditemukan hubungan antara HIV/AIDS terhadap tuberkulosis paru. Analisis ini tidak menemukan adanya heterogenitas maupun bias publikasi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penderita HIV/AIDS lebih berisiko terinfeksi tuberkulosis paru 2,696 kali lipat dibandingkan non-HIV/AIDS. Pemegang program disarankan untuk mengintensifkan skrining tuberkulosis hingga beberapa kali per bulan pada penderita HIV/AIDS beserta pengobatan jika diperlukan.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKC KK TEP. 14-18 Rum e
Uncontrolled Keywords: tuberkulosis paru, HIV/AIDS, meta-analisis, odds ratio, estimasi risiko
Subjects: R Medicine > RC Internal medicine > RC306-320.5 Tuberculosis
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat > Epidemiologi
Creators:
CreatorsNIM
ERLAKH RUMKHULLAH, 101514553021UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorArief Wibowo, Dr., dr., M.S.UNSPECIFIED
Thesis advisorSanti Martini, Dr., dr., M.Kes.UNSPECIFIED
Depositing User: Tatik Poedjijarti
Date Deposited: 24 Jun 2018 21:26
Last Modified: 24 Jun 2018 21:26
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/72663
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item