RESEPSI EMPAT WANITA MUDA JEPANG TERHADAP TUJUAN MELAKUKAN BURIKKO ぶりっこの目的に対する4人に若い日本人の女性の受容

Noviana Halmana Sinta, 121311333011 (2018) RESEPSI EMPAT WANITA MUDA JEPANG TERHADAP TUJUAN MELAKUKAN BURIKKO ぶりっこの目的に対する4人に若い日本人の女性の受容. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK_FS.J.23 18 Sin r.pdf

Download (276kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
FULLTEXT_FS.J.23 18 Sin r.pdf
Restricted to Registered users only until 2 July 2021.

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Budaya kawaii telah menyebar luas di negara Jepang.Telah menjadi hal yang lazim untuk menyukai sesuatu yang berbau kawaii.Banyak orang Jepang khususnya wanita yang ingin mencoba untuk menjadi kawaii.Untuk mencapai keinginan tersebuttidaksedikit wanita Jepang meniru ciri-ciri dari kawaii.Perilaku ini dicap masyarakat Jepang sebagai tingkah laku burikko.Burikko adalah satu dari berbagai pembentukan kata baru pada masa 1980-an dengan imbuhan – ko.Menurut Miller (2004) burikko adalah sesuatu yang dapat diartikan sebagai “fake child”. Kata burikko berasal dari kata (buru-)ブル; ‘berpose, berpura-pura atau bertindak’ dan akhiran(-ko)コ; digunakan untuk “anak” atau “gadis”, dapat diartikan sebagai "anak palsu" atau "Gadis palsu." Konsep dalam melakukan burikko memiliki berbagai tujuan sesuai dengan situasi yang ada. Penelitianini bertujuan mencari tahu penerimaan empat wanita muda Jepang (Nakamaru Nanan, Sakuragi Marina Adachi Hitomi, dan Koga Momoka)terhadap tujuan melakukanburikko. Penelitian ini mendapatkan data melalui metode wawancara melalui media online yaitu line. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Penelitian ini menggunakan teori resepsi Stuart Hall(encodingdecoding) untuk mencari posisi penerimaan para informan.Penelitian ini menemukan bahwa informan masuk pada dua kategori yaitudominant-hegemonic dan negotiated. Informan dominant-hegemonic menyetujuisemua pesan yang disampaikan oleh encoder (pelaku burikko) dan pesan yang disampaikan oleh encoder adalah (tujuan melakukan burikko) kemudian diterjemahkan ulang sesuai aturan encoding. Sebaliknya, informan negotiatedmenerima dan memahami pesan yang disampaikan encoder, tetapi merekamemiliki sesuatu pesan yang diartikan sendiri dan berbeda dengan pesan yang disampaikan oleh encoder.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FS.J.23/18 Sin r
Uncontrolled Keywords: burikko,encoding-decoding,kawaii
Subjects: H Social Sciences > HM Sociology > HM(1)-1281 Sociology > HM621-656 Culture
Divisions: 12. Fakultas Ilmu Budaya > Sastra Jepang
Creators:
CreatorsEmail
Noviana Halmana Sinta, 121311333011UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorTia Saraswati, S.S., M. Hum.UNSPECIFIED
Depositing User: mhs PKL UNAIR
Date Deposited: 10 Jul 2018 21:32
Last Modified: 10 Jul 2018 21:32
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/72835
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item