ORAL HISTORY MASJID AGUNG SEBAGAI BENTUK SEJARAH ISLAM MASYARAKAT TUBAN

DEVY NUR FITRIA NINGRUM, 151511313010 (2018) ORAL HISTORY MASJID AGUNG SEBAGAI BENTUK SEJARAH ISLAM MASYARAKAT TUBAN. Tugas Akhir D3 thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK_FV.TP.36 18 Nin o.PDF

Download (67kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
FULLTEXT_FV.TP.36 18 Nin o.PDF
Restricted to Registered users only until 10 July 2021.

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Masjid Agung Tuban berlokasikan dibarat alun-alun Kota Tuban memiliki begitu banyak sejarah dimulai dari dulunya masjid yang hanya ala kadarnya dibangun dengan gotong royong oleh masyarakat muslim tuban yang ingin memiliki masjid yang bisa digunakan ibadah secara bersama-sama. Sehingga masyarakat memiliki keinginan mengumpulkan bahan-bahan dari laut yang digunakan untuk membangun masjid pada abad ke 15 M Akan tetapi berita yang ada pada masyarakat simpang siur dan belum adanya kejelasan dari para ahli yang bersangkutan atau yang berkaitan. Oleh karena itu penulis mengkaji masalah tersebut lewat wawancara sejarah lisan bersama dengan wakil takmir Masjid Agung Tuban dan sekretaris Masjid Agung Tuban . Wawancara sejarah lisan dilakukan untuk menambah khazanah arsip dan dapat menambah bukti arsip dalam media digital atau video (Oral History) sehingga penulis dapat memberikan informasi yang sebenarnya terjadi sekaligus sebagai informasi bagi masyarakat atau wisatawan bukan hanya sekedar menikmati indahnya bangunan tetapi mengerti sejarah yang sebelumnya terjadi di Masjid Agung ini. Pada Abad ke 15 telah ada Masjid Jami yang masih sangat sederhana sehingga untuk mengumandangkan adzan perlu menaiki menara dan menggunakan alat-alat yang seadanya seperti regel dan bedug lama. Seiring dengan berjalannya waktu yang kemudian masjid dirobohkan karena bertambahnya jamaah maka dibangun masjid kedua pada Tahun 1894 yang dipelopori ide dari Adipati Koesomodigdo yaitu Bupati Tuban yang pertama kali memasuk Islam beliau memberikan tanggung jawab untuk mendesain masjid pada Arsitektur orang belanda namun para pegawai tetaplah orang pribumi. Desain masjid ditambahi disayap kanan dan kiri yang hanya menyisakan bagiakan tengah saja.

Item Type: Thesis (Tugas Akhir D3)
Additional Information: KKB KK-2 FV.TP.36/18 Nin o
Uncontrolled Keywords: History
Subjects: A General Works > AZ History of Scholarship The Humanities > AZ200-361 History
Z Bibliography. Library Science. Information Resources > Z665 Library Science. Information Science
Divisions: 15. Fakultas Vokasi > Departemen Teknik > D3 Teknisi Perpustakaan
Creators:
CreatorsEmail
DEVY NUR FITRIA NINGRUM, 151511313010UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorEndah Fitriyah Mannan, S.Sos.,M.HumUNSPECIFIED
Depositing User: mhs PKL UNAIR
Date Deposited: 10 Jul 2018 22:36
Last Modified: 10 Jul 2018 22:36
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/73061
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item