AKIBAT HUKUM ANAK YANG LAHIR DALAM PERKAWINAN CAMPURAN DAN KEDUDUKANNYA DALAM PEWARISAN DI INDONESIA

SAFIRA RATRIANDARI WIDODO, 031524253003 (2018) AKIBAT HUKUM ANAK YANG LAHIR DALAM PERKAWINAN CAMPURAN DAN KEDUDUKANNYA DALAM PEWARISAN DI INDONESIA. Thesis thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK_TMK.101 18 Wid a.pdf

Download (38kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
FULLTEXT_TMK.101 18 Wid a.pdf
Restricted to Registered users only until 10 July 2021.

Download (665kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Tujuan penulisan artikel ilmiah ini salah satunya adalah sebagai suatu syarat untuk kelulusan dan mendapatkan gelar Magister Kenotariatan di Fakultas Hukum Universitas Airlangga. Sedangkan secara praktis tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keabsahan perkawinan campuran yang ditinjau dari Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 dan Hukum Perdata Internasional. Dan juga untuk mengetahui hak waris anak yang lahir dari perkawinan campuran. Hasil penelitian menunjukan bahwa perkawinan campuran dikatakan sah apabila dilaksanakan menurut ketentuan Undang-Undang Perkawinan dan sesuai dengan ketentuan asas dalam Hukum Perdata Internasional, maka kaidah hukum yang berlaku bagi para pihak dalam perkawinan campuran adalah hukum dimana perkawinan dilangsungkan atau lebih dikenal dengan asas Lex Loci Celebrationist. Selain itu dalam perkawinan campuran tidak menutup kemungkinan adanya aset atau harta benda yang dimiliki oleh para pihak yang terletak di luar negeri. Hukum waris yang berlaku di Indonesia, hanya berlaku di wilayah Indonesia dan tidak dapat diterapkan terhadap obyek yang terletak di luar negeri. Hal ini disebabkan karena dalam hukum perdata internasional dikenal adanya asas Lex Rei Sitae atau hukum yang berlaku atas benda tetap adalah hukum dimana benda tersebut terletak. Maka dari itu, terhadap benda yang berada di luar negeri yang juga termasuk obyek waris, maka akan tetap tunduk pada hukum di negara tersebut. Untuk melindungi ahli waris yang sah, maka pewaris saat masih hidup haruslah membuat surat wasiat yang di buat oleh notaris di negara mana benda tetap tersebut berada. Jadi saran yang dapat disampaikan dalam penelitian ini adalah hendaknya pelaku perkawinan campuran lebih memahami bahwa hukum yang berlaku bagi mereka setelah perkawinan terjadi adalah hukum dimana perkawinan dilaksanakan. Untuk itu diharap para pelaku perkawinan campuran tidak sekedar menjalankan mahligai rumah tangga, namun juga lebih memahami seluk beluk peraturan yang berlaku sebagai pedoman dalam berumah tangga karena terhadap pasangan tersebut akan sering terjadi benturanbenturan dalam mengambil keputusan dikarenakan terhadapnya berlaku dua sistem hukum yang berbeda terkait dengan perbedaan kewarganegaraan diantaranya.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB KK-2 TMK.101/18 Wid a
Uncontrolled Keywords: Hak Mewaris, Perkawinan Campuran, Hukum Perdata Internasional, Wasiat
Subjects: H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform > HN50-995 By region or country
K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K7000-7720 Private international law. Conflict of laws > K7120-7197 Persons > K7155-7197 Domestic relations. Family law > K7157-7179 Marriage. Husband and wife
Divisions: 03. Fakultas Hukum > Magister Kenotariatan
Creators:
CreatorsEmail
SAFIRA RATRIANDARI WIDODO, 031524253003UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorSoelistyowati, S.H., M.HUNSPECIFIED
Depositing User: mhs PKL UNAIR
Date Deposited: 10 Jul 2018 22:38
Last Modified: 10 Jul 2018 22:38
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/73067
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item