FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KESEDIAANWANITA USIA SUBUR (WUS) MELAKUKANPEMERIKSAAN INSPEKSI VISUAL ASAM ASETAT (IVA) DI DUA WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOTA SURABAYA

Ayuk Novalina, 011611223048 (2018) FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KESEDIAANWANITA USIA SUBUR (WUS) MELAKUKANPEMERIKSAAN INSPEKSI VISUAL ASAM ASETAT (IVA) DI DUA WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOTA SURABAYA. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK_FK.BID 36 Nov f.pdf

Download (132kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
FULLTEXT_FK.BID 36 Nov f.pdf
Restricted to Registered users only until 12 July 2021.

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Kanker serviks atau kanker leher rahim adalah penyakit keganasan pada leher rahim (serviks) paling banyak disebabkan oleh virus Human Papiloma Virus (HPV). Diseluruh dunia, kanker serviks merupakan jenis kanker ke dua terbanyak yang diderita wanita setelah kanker payudara namun menjadi penyebab pertama kematian wanita akibat kanker (WHO, 2010). Angka kejadian kanker serviks di dunia mencapai 490.502 pada tahun 2012 dan meningkat menjadi 528.316 pada tahun 2015, dari keseluruhan wanita yang mengalami kanker serviks 80 % berada di negara berkembang seperti Asia selatan, Asia tenggara, Amerika bagian tengah dan selatan serta Afrika timur (WHO, 2016). Masalah penelitian ini adalah Program IVA dikatakan berhasil jika pelaksanaannya dapat mencapai 80% dari total wanita usia subur (WUS) (DEPKES RI, 2015), akan tetapi di Kota Surabaya pada tahun 2016 cakupan pemeriksaan IVA masih jauh dari target yaitu hanyalah (1.23%). Di wilayah kerja Puskesmas Kebonsari Kecamatan Jambangan (8,3%) dan di Puskesmas Sememi Kecamatan Benowo (1.05%) (Dinas Kesehatan Kota Surabaya, 2016). Menurut Lawrence Green (1980) dalam Notoatmojo (2012) proses pembentukan perilaku WUS untuk melakukan pemeriksaan IVA meliputi 3 faktor yaitu faktor predisposisi (predisposing factors) terdiri dari pengetahuan, sikap, budaya; faktor berikutnya adalah faktor pemungkin (enabling factors) yang memungkinkan wanita bisa memperbaiki status kesehatannya melalui ketersediaan unit dan program kesehatan, akses kesehatan bagi masyarakat; ; dan faktor pendorong (reinforcing factors) terdiri dari dukungan keluarga, peran tokoh masyarakat serta peran petugas kesehatan. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional yaitu jenis penelitian yang menekankan pada waktu pengukuran atau observasi data variabel independen dan dependen hanya satu kali, pada satu saat, dan tidak ada follow up (Arikunto, 2014). Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Sampel dalam penelitian ini adalah WUS yang masing-masing berjumlah 49 responden dari wilayah kerja Puskesmas Kebonsari dan Puskesmas Sememi, Kota Surabaya. Hasil analisis bivariat dilakukan dengan uji Fisher’s Exact Test dan Mann Whitney Test. Di wilayah kerja Puskesmas Kebonsari hasil yang berhubungan dengan kesediaan pemeriksaan IVA adalah pengetahuan (p=0.002) dan sikap (p=0.001). Hasil yang tidak berhubungan yaitu budaya (p=1.000), ketersediaan unit dan program kesehatan (p=0.148), jarak akses kesehatan (p=0.818), ketersediaan kendaraan pribadi (p=1.000), dukungan keluarga (p=0.196), dukungan tokoh masyarakat (p=0.815), dukungan petugas kesehatan (p=0.147). Di wilayah kerja Puskesmas Sememi hasil yang berhubungan dengan kesediaan pemeriksaan IVA adalah pengetahuan (p=0.005), jarak akses kesehatan (p=0.013), dan dukungan tokoh masyarakat (p=0.005). Hasil yang tidak berhubungan yaitu sikap (p=0.582), budaya (p=0.178), ketersediaan unit dan program kesehatan (p=0.092), ketersediaan kendaraan pribadi (p=1.000), dukungan keluarga (p=0.154), dukungan petugas kesehatan (p=0.184). Hasil uji multivariat dengan uji regresi logistik di dapatkan hasil bahwa di wilayah kerja Puskesmas Kebonsari apabila variabel bebas di uji secara bersamaan, maka tidak ada faktor yang berhubungan dengan kesediaan WUS untuk melakukan pemeriksaan IVA. Dan di wilayah kerja Puskesmas Sememi apabila variabel yang diduga berhubungan diuji secara bersamaan maka didapatkan hasil bahwa faktor pengetahuan berpengaruh secara signifikan dengan kesediaan WUS untuk melakukan pemeriksaan IVA. Kesimpulan pada penelitian ini adalah di wilayah kerja Puskesmas Kebonsari terdapat 2 faktor yang berhubungan dengan kesediaan WUS dalam melakukan periksa IVA yaitu faktor pengetahuan dan sikap, dan di wilayah kerja Puskesmas Sememi terdapat 3 faktor yang berhubungan dengan kesediaan WUS dalam melakukan periksa IVA yaitu faktor pengetahuan, jarak akses kesehatan, dan dukungan tokoh masyarakat

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKA KK FK.BID.36/18 Nov f
Uncontrolled Keywords: kanker serviks, pemeriksaan IVA
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine
R Medicine > RG Gynecology and obstetrics > RG1-991 Gynecology and obstetrics > RG500-991 Obstetrics > RG551-591 Pregnancy
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran > Pendidikan Bidan
Creators:
CreatorsEmail
Ayuk Novalina, 011611223048UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorIndra Yulianti, dr., Sp.OG (K)UNSPECIFIED
ContributorJuniastuti, Dr., dr., M.KesUNSPECIFIED
Depositing User: mhs PKL UNAIR
Date Deposited: 30 Jul 2018 17:36
Last Modified: 30 Jul 2018 17:36
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/73265
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item