GAMBARAN INTIMATE RELATIONSHIPS DAN HIGHLY INTERDEPENDENT RELATIONSHIPS REMAJA TERHADAP AYAH TIRI

CITRA NADIA SARI, 111411131061 (2018) GAMBARAN INTIMATE RELATIONSHIPS DAN HIGHLY INTERDEPENDENT RELATIONSHIPS REMAJA TERHADAP AYAH TIRI. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK_Psi.115 18 Sar g.pdf

Download (206kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
FULLTEXT_Psi.115 18 Sar g.pdf
Restricted to Registered users only until 30 July 2021.

Download (3MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai intimate relationships dan highly interdependent relationships remaja terhadap ayah tiri. Fokus penelitian ini adalah bagaimana gambaran dan mengapa terbentuk intimate relationships dan highly interdependent relationships remaja terhadap ayah tiri. Intimate relationships yaitu perasaan dekat, terhubung, dan terikat satu sama lain. Highly interdependent relationships adalah saling ketergantungan yang tinggi dan pengaruh yang diberikan saling menguntungkan antara satu sama lain (Regan, 2011). Penelitian ini melibatkan 3 orang mahasiswa sebagai subjek penelitian yang terdiri dari dua remaja perempuan dan satu remaja laki-laki yang memiliki ayah tiri. Subjek berusia antara 18-22 tahun. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus intrinsik dengan teknik penentuan subjek menggunakan teknik purposif. Teknik penggalian data yang digunakan adalah wawancara semi terstruktur. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis tematik melalui pendekatan theory driven. Teknik penentuan kredibilitas penelitian menggunakan teknik triangulasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa intimate relationships dan highly interdependent relationships yang terjalin pada remaja terhadap ayah tiri menghasilkan data yang bervariasi. Subjek 1 kurang menjalin intimate relationships dan highly interdependent relationships karena subjek baru tinggal dengan ayah tirinya selama dua tahun sehingga subjek belum merasa menjadi sebuah keluarga. Subjek 2 sudah mulai menjalin intimate relationships dan highly interdependent relationships dengan ayah tirinya karena subjek sudah tinggal dengan ayah tirinya selama tiga tahun dan subjek sudah bisa memberikan apresiasi serta sudah mulai menjadikan ayah tirinya sebagai top of mind dari subjek. Subjek 3 sudah dapat menjalin intimate relationships karena subjek sudah tinggal bersama ayah tirinya selama sekitar lima tahun bahkan highly interdependent relationships yang terjalin antara subjek dengan ayah tirinya cukup besar karena subjek sangat bergantung kepada ayah tirinya dalam hal finansial dan pemenuhan semua kebutuhan subjek.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 Psi.115/18 Sar g
Uncontrolled Keywords: intimate relationships, highly interdependent relationships, remaja, ayah tiri
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology > BF1-940 Psychology
B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology > BF511-593 Emotion, Feeling, Affection
Divisions: 11. Fakultas Psikologi
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
CITRA NADIA SARI, 111411131061UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorFitri Andriani, S,Psi., M.Si., Psikolog.UNSPECIFIED
Depositing User: mhs PKL UNAIR
Date Deposited: 09 Aug 2018 22:15
Last Modified: 09 Aug 2018 22:15
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/73376
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item