KESULITAN BELAJAR GARIS ISTIMEWA DALAM SEGITIGA PADA SISWA BERKEMAMPUAN RENDAH BERDASARKAN TEORI PIAGET

Herfa Maulina Dewi Soewardini and Meilantifa (2017) KESULITAN BELAJAR GARIS ISTIMEWA DALAM SEGITIGA PADA SISWA BERKEMAMPUAN RENDAH BERDASARKAN TEORI PIAGET. In: Prosiding Seminar Nasional Matematika dan Aplikasinya 2017: Peranan Matematika dan Sistem Informasi di Era Big Data untuk Menunjang Perkembangan Iptek di Indonesia. Departemen Matematika Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga Surabaya, Surabaya, pp. 124-128. ISBN 978-602-14413-1-2

[img]
Preview
Text (Herfa Maulina Dewi)
19-Herfa-Maulina-Dewi__Pendidikan_.pdf

Download (149kB) | Preview
Official URL: http://math.fst.unair.ac.id/wp-content/uploads/201...

Abstract

Siswa berkemampuan rendah masih menemui kesulitan ketika menggambarkan dan menentukan garis istimewa dalam segitiga seperti garis tinggi, garis bagi, dan garis berat. Meskipun guru sudah menjelaskan bagaimana cara memperoleh garis-garis tersebut sesuai definisi dan menggunakan alat bantu penggaris, busur, dan jangka, namun perbedaan dalam proses berpikir berdasarkan teori Piaget dapat menyulitkan mereka dalam menganalisis pemerolehan informasi baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesulitan belajar garis istimewa dalam segitiga berdasar proses berpikir tentang asimilasi dan akomodasi sesuai teori Piaget. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan wawancara berbasis tugas. Pertanyaan-pertanyaan yang ada dalam pedoman wawancara berbasis tugas diajukan untuk membimbing subjek dalam mengerjakan tugas yang diberikan sebagai suatu cara untuk merekam kesulitan belajar garis tinggi, garis, bagi, dan garis berat berdasarkan teori Piaget tentang tahapan proses asimilasi dan akomodasi. Dalam penelitian ini, analisis data wawancara dilakukan dengan tiga tahapan analisis yaitu menelaah transkrip data, reduksi data, dan koding. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa siswa berkemampuan rendah merasa kesulitan dalam mengaktifkan, menyesuaikan (proses asimilasi), dan memodifikasi (proses akomodasi) skema serta sering melakukan kesalahan dalam menggambarkan garis tinggi, garis bagi, dan garis berat dalam segitiga menggunakan jangka. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa kesulitan belajar yang dihadapi siswa berkemampuan rendah adalah menyesuaikan dan memodifikasi informasi baru tentang garis istimewa dalam segitiga berdasar teori Piaget

Item Type: Book Section
Uncontrolled Keywords: garis istimewa, segitiga, Piaget
Subjects: Q Science > QA Mathematics > QA1-939 Mathematics
Divisions: 08. Fakultas Sains dan Teknologi > Matematika
PROSIDING > Seminar Nasional Matematika dan Aplikasinya 2017
Creators:
CreatorsEmail
Herfa Maulina Dewi SoewardiniUNSPECIFIED
MeilantifaUNSPECIFIED
Depositing User: Ika Rudianto
Date Deposited: 07 Sep 2018 13:26
Last Modified: 07 Sep 2018 13:26
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/73900
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item