EVALUASI PENGGUNAAN METODE SIX SIGMA UNTUK MEREDUKSI TIGKAT DEFECT PRODUK PUPUK ZA (AMMONIUM SULPHATE) PADA PT. PETROKIMIA GRESIK

SITI NURAINI SUNDARI, 040610539 (2010) EVALUASI PENGGUNAAN METODE SIX SIGMA UNTUK MEREDUKSI TIGKAT DEFECT PRODUK PUPUK ZA (AMMONIUM SULPHATE) PADA PT. PETROKIMIA GRESIK. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2011-sundarisit-15341-kkbkkb-k.pdf

Download (109kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2011-sundarisit-13898-kkbkkb-e.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Six Sigma merupakan suatu cara mengukur suatu proses untuk perbaikan atau peningkatan kinerja dalam memenuhi spesifikasi dengan tingkat mutu 3,4 DPMO (defect per million opportunity). Fase DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control) merupakan langkah dalam Six Sigma yang berfokus pada pengurangan atau menghilangkan proses yang tidak produktif serta perbaikan proses untuk meningkatkan kualitas menuju target Six Sigma. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara penerapan DMAIC Six Sigma pada proses produksi pupuk ZA (ammonium sulphate) di PT. Petrokimia Gresik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan beberapa langkah pengumpulan data, baik data primer maupun data sekunder. Prosedur penelitian ini dimulai dengan survei pendahuluan, studi kepustakaan, studi lapangan yang dilakukan dengan obsevasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian diperoleh bahwa perusahaan berada diatas rata-rata industri diIndonesia, yang ditunjukkan dengan nilai sigma sebesar 3,32. Setelah diteliti lebih lanjut, maka ditemukan beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya defect atau cacat pada produk dalam proses produksinya. Dengan bantuan Cause and Effect Diagram dan perhitungan FMEA (Failure Modes and Effects Analysis) dapat ditemukan faktor-faktor penyebab terjadinya defect tersebut dan mencari akar penyebab masalahnya serta mengetahui prioritas alternatif perbaikan untuk mengurangi kegagalan produk. Berdasarkan bantuan Cause and Effect Diagram diketahui bahwa penyebab defect yang paling sering muncul adalah pada masalah method, machine, material, dan people. Sedangkan dari perhitungan FMEA (Failure Modes and Effects Analysis) diketahui bahwa kondisi pupuk ZA yang terlalu basah atau lembab merupakan merupakan resiko terbesar perusahaan dan memerlukan penangan segera karena dampaknya begitu besar, yakni apabila pupuk tersebut terkena udara bebas maka akan segera mengeras. Saran yang diajukan adalah agar lebih memperhatikan komposisi bahan baku sehingga komposisi pupuk bisa sesuai dengan standar yang sudah ditetapkan perusahaan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK B 507/10 Sun e
Uncontrolled Keywords: TOTAL QUALITY MANAGEMENT
Subjects: T Technology > TS Manufactures > TS156 Quality control and management
Divisions: 04. Fakultas Ekonomi dan Bisnis > Manajemen
Creators:
CreatorsEmail
SITI NURAINI SUNDARI, 040610539UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorFEBRIANA WURJANINGRUM, SE.,MT.UNSPECIFIED
Depositing User: Nn Sheli Erlangga Putri
Date Deposited: 18 Mar 2011 12:00
Last Modified: 04 Oct 2016 06:29
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/7435
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item