MASLAHAT KEMAMPUAN PENYEIMBANGAN MODEL BISMILLAH MATO PADA KENAIKAN UPAH MINIMUM REGIONAL BAGI BURUH UMKM DI INDONESIA(Studi Kasus UMKM Puti Minang Group)

HERU WAHYUDI, 091417077301 (2018) MASLAHAT KEMAMPUAN PENYEIMBANGAN MODEL BISMILLAH MATO PADA KENAIKAN UPAH MINIMUM REGIONAL BAGI BURUH UMKM DI INDONESIA(Studi Kasus UMKM Puti Minang Group). Disertasi thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (Abstrak)
Dis. EI. 02-18 Wah m Abstrak.pdf

Download (138kB) | Preview
[img] Text (Fulltext)
Dis. EI. 02-18 Wah m.pdf
Restricted to Registered users only until 8 October 2021.

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Latar belakang penelitian ini yaitu adanya konflik pengupahan dan terancamnya urgensi Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM). UMKM Puti Minang Group (PtM) berhasil mengatasi konflik pengupahan dengan Model Bismillah Mato (MBM). Penelitian bertujuan untuk mengetahui : self regulating MBM yaitu kemampuan MBM menghasilkan nilai uang sebanding kenaikan Upah Minimum Regional (UMR), alasan menggunakan MBM, perbedaan secara syariah MBM dengan UMR, bagaimana teknis MBM, dan apa maslahat MBM bagi buruh UMKM. Penelitian ini adalah penelitian studi kasus dilakukan pada UMKM PtM di Propinsi Lampung. Hasil penelitian membuktikan bahwa MBM pada UMKM PtM memiliki self regulating terhadap kernaikan UMR dan upah harian, semua nilai uang yang dihasilkan MBM dapat melebihi semua kenaikan UMR dan upah harian. Alasan utama menggunakan bagi hasil karena dalam rangka mencontoh nabi/alasan agama/syi’ar Islam 74,2% rekan usaha berpendapat demikian dan mencocoki alasan Sohibul maal. Secara teknis, model MBM sederhana dan mudah untuk diaplikasikan sekalipun dengan dukungan SDM dan teknologi yang sederhana. Secara syari’ah diketahui MBM akdanya adalah syirkah abdan dan mudhorobah, halal secara syariah sedangkan UMR akadanya adalah Ujroh, dan hasil penelitian yang terakhir yaitu MBM membawa maslahat ekonomi dan non ekonomi yaitu MBM mampu menghasilkan nominal yang mengimbangi kenaikan UMR dan Upah harian, MBM mewujudkan maqoshid syariah buruh, MBM memotivasi berprestasi, MBM membentuk kemandirian, MBM adil distribusi surplus produksi, MBM mendorong kerja keras efektif dan efisien , serta MBM menimbulkan kebanggaan karena status “pemilik” Hasil penelitian ini sejalan dengan Ibn Taimyah “iwad al mithl’, Ibn Khaldun “profit sharing sebagai cara yang adil untuk pembagian surplus produksi”, Zubair Hasan “gharor pada sistem upah karena prefixed seperti bunga”, Ediarno “sistem upah membuat ekonomi tidak self regulating, resiko krisis yang tinggi, konflik abadi laba-upah”, Setiawan “sistem bagi hasil bekerja lebih baik dalam menghasilkan profitabilitas, lebih adil dalam mendistribusikan upah, dan menciptakan produktivitas lebih tinggi”, Keynes “kekakuan upah (wage rigidity) menyebabkan kegagalan self regulating”, Pigou “( plasticity of wage) agar ekonomi bersifat adaptif "self regulating". Hasil penelitian berbeda dengan pemikiran Smith dan pemikiran Ricardo, juga berbeda dengan Marx yang menyatakan hak surplus produksi milik kaum buruh saja.

Item Type: Thesis (Disertasi)
Additional Information: KKB KK-2 Dis. EI. 02-18 Wah m
Uncontrolled Keywords: MBM, Self Regulating, Bagi Hasil, UMR.
Subjects: H Social Sciences > HC Economic History and Conditions > HC79 Special topics-Including air pollution, automation,consumer demand, famines, flow of funds,etc.
Divisions: 09. Sekolah Pasca Sarjana > Doktoral Ilmu Ekonomi Islam
Creators:
CreatorsEmail
HERU WAHYUDI, 091417077301UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorMuslich Anshori, Prof. Dr. H., SE, M.Sc., Ak.UNSPECIFIED
ContributorFaishol Haq, Prof. Dr. H., M.A.UNSPECIFIED
Depositing User: Tatik Poedjijarti
Date Deposited: 08 Oct 2018 10:58
Last Modified: 08 Oct 2018 10:58
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/74434
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item