PERBEDAAN RERATA KADAR INTERFERON GAMMA-INDUCED PROTEIN 10 PADA PASIEN HIV DENGAN TRAIL MAKING TEST NORMAL DAN TRAIL MAKING TEST TERGANGGU

Bimo Dwi Lukito, 011318036306 (2018) PERBEDAAN RERATA KADAR INTERFERON GAMMA-INDUCED PROTEIN 10 PADA PASIEN HIV DENGAN TRAIL MAKING TEST NORMAL DAN TRAIL MAKING TEST TERGANGGU. Thesis thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (Abstrak)
PPDS.NEU.09-18 Luk p Abstrak.pdf

Download (124kB) | Preview
[img] Text (Fulltext)
PPDS.NEU.09-18 Luk p.pdf
Restricted to Registered users only until 9 October 2021.

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Latar Belakang : Trail Making Test (TMT) mengevaluasi fungsi eksekutif, atensi, memori kerja, persepsi visual dan kecepatan psikomotor. Lebih dari 150 negara di dunia melaporkan keberadaan infeksi HIV/AIDS. Menurut data badan kesehatan dunia (2002), 58 juta jiwa penduduk dunia terinfeksi HIV. Fungsi kognitif yang menunjukkan defisit terbesar pada pasien HIV adalah fungsi motor, fungsi eksekutif dan kecepatan pemrosesan informasi. Protein terinduksi interferon gamma (IP-10/CXCL 10) adalah kemokin C-X-C yang mengaktivasi limfosit T dan monosit. Studi yang meneliti hubungan IP-10 dengan gangguan kognitif masih sedikit, diperlukan penelitian perbedaan rerata kadar IP-10 dengan nilai Trail making Test (TMT) untuk mengetahui adanya gangguan fungsi eksekutif pada pasien HIV. Metode: Analisis cross-sectional menggunakan consecutive sampling yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Sampel diambil di Poli HIV UPIPI RSUD dr Soetomo dan Poli IHAN RSUA. Fungsi eksekutif diperiksa dengan TMT. Sampel darah diambil untuk diperiksakan IP-10. Data diolah deskriptif dan analitik. Hasil: Tujuh puluh tujuh pasien ikut pada penelitian ini, didapatkan enam puluh pasien dengan TMT normal dan tujuh belas pasien dengan TMT terganggu. Didapatkan rerata IP-10 pada kelompok TMT normal 203±143 pg / mL dan nilai tengah 172. Pada kelompok TMT terganggu didapatkan rerata 408±358 pg / mLdan nilai tengah 207. Dari penelitian ini didapatkan Cut-off point IP-10 terhadap TMT adalah 198 pg / mL. Hubungan IP-10 < 198 dan ≥ 198 dengan TMT normal dan terganggu bermakna secara statistic p = 0,023 RO 3,95 (IK 95%, 1,27-12,29). Terdapat perbedaan rerata dan nilai tengah kadar IP-10 pada pasien HIV dengan TMT normal dan TMT terganggu yang bermakna secara statistik (p<0,05) Kesimpulan : Terdapat perbedaan rerata dan nilai tengah kadar IP-10 pada pasien HIV dengan TMT normal dan TMT terganggu

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKA KK PPDS.NEU.09-18 Luk p
Uncontrolled Keywords: TMT, IP-10, fungsi eksekutif
Subjects: R Medicine > RC Internal medicine > RC0321 Neuroscience. Biological psychiatry. Neuropsychiatry
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran > Ilmu Penyakit Saraf
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
Bimo Dwi Lukito, 011318036306UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorPaulus Sugianto, Dr., dr., Sp.S(K)UNSPECIFIED
ContributorDevi Ariani Sudibyo, dr. Sp.SUNSPECIFIED
Depositing User: Tatik Poedjijarti
Date Deposited: 09 Oct 2018 11:04
Last Modified: 09 Oct 2018 11:04
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/74468
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item