PENGARUH EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa oleiferaLam.) TERHADAP EKSPRESI AROMATASE P450 DAN APOPTOSIS SEL GRANULOSA PADA MENCIT (Mus musculus) MODEL ENDOMETRIOSIS

YUSRI DWI LESTARI, 011524653008 (2018) PENGARUH EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa oleiferaLam.) TERHADAP EKSPRESI AROMATASE P450 DAN APOPTOSIS SEL GRANULOSA PADA MENCIT (Mus musculus) MODEL ENDOMETRIOSIS. Thesis thesis, Fakultas Kedokteran.

[img]
Preview
Text (abstrak)
abstrak.pdf

Download (84kB) | Preview
[img] Text (full text)
full text.pdf
Restricted to Registered users only until 9 October 2021.

Download (1MB)

Abstract

Endometriosis merupakan suatu kondisi inflamasi kronis dan terdapat jaringan endometrium yang tumbuh diluar kavum uteri. Jaringan endometrium ini berkaitan dengan nyeri kronis, radang panggul, dan infertilitasyang sering diderita perempuan usia reproduksi. Aromatase berperan dalam meningkatkan radang memalui meningkatkan estrogen. Apoptosis sel granulosa yang meningkat pada endometriosis menyebabkan infertilitas. Daun kelor mengandung flavonoid yang dapat menghambat Nuclear factor kappa β(Nfkβ) dan Cyclooxygenase-2 (COX- 2). Penghambatan Nfkβmampu menghambat apoptosis melalui jalur Tumor Necrosis Factor-α (TNF-α). Penghambatan COX-2mampu menghambat aromatase melalui jalur Prostaglandin E2 (PGE2). Tujuan penelitian ini adalah membuktikan ekspresi Aromatase P450 dan jumlah apoptosis sel granulosa pada mencit (Mus musculus) model endometriosis yang diberi ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera Lam.) lebih rendah dibandingkan dengan kelompok yang tidak diberi. Subyek penelitian menggunakan mencit betina yang dibagi 2 kelompok terdiri dari 1 kelompok kontrol dan 1 kelompok perlakuan, setiap kelompok terdiri dari 12 hewan coba. Hari ke 14 pembuatan model endometriosis, sebagian mencit dikorbankan untuk pembuktian. Kelompok kontrol diberi plasebo (Na-CMC) dan kelompok perlakuan diberi ekstrak etanol daun kelor selama 14 hari dengan dosis 0,35 mg/gBB. Hari ke 29 dilakukan pembedahan untuk mengambil sampel jaringan endometriosis dan ovarium untuk dilakukan pemeriksaan imunohistokimia ekspresi aromatase P450 dan apoptosis sel granulosa. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa terdapat perbedaan bermakna dengan nilai p=0,000<0,005 pada ekspresi aromatase P450 dan terdapat perbedaan bermakna dengan nilai p=0,001<0,05 pada jumlah apoptosis sel granulosa.Kesimpulannya adalah Ekspresi Aromatase P450 dan jumlah apoptosis sel granulosa pada mencit (Mus musculus) model endometriosis yang diberi ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera Lam.) lebih rendah dibandingkan dengan kelompok yang tidak diberi.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKA KK TKR 06/18 Les p
Uncontrolled Keywords: daun kelor, aromatase P450, sel granulose, apoptosis
Subjects: R Medicine > RG Gynecology and obstetrics > RG1-991 Gynecology and obstetrics > RG500-991 Obstetrics > RG551-591 Pregnancy
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran > Kesehatan Reproduksi
Creators:
CreatorsEmail
YUSRI DWI LESTARI, 011524653008UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorHendy Hendarto, Dr. , dr., Sp.OG (K)UNSPECIFIED
Depositing User: Unnamed user with email indah.fatma@staf.unair.ac.id
Date Deposited: 09 Oct 2018 14:43
Last Modified: 09 Oct 2018 14:43
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/74525
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item