PENGARUH SUPLEMENTASI KOENZIM Q10 TERHADAP NILAI ACT, PENGUKURAN FEV1 DAN FEV1/FVC PADA PENDERITA ASMA BRONKIAL TIDAK TERKONTROL

Novita Maulidiyah (2018) PENGARUH SUPLEMENTASI KOENZIM Q10 TERHADAP NILAI ACT, PENGUKURAN FEV1 DAN FEV1/FVC PADA PENDERITA ASMA BRONKIAL TIDAK TERKONTROL. Thesis thesis, Fakultas Kedokteran.

[img] Text (full text)
full text.pdf
Restricted to Registered users only until 10 October 2021.

Download (1MB)
[img]
Preview
Text (abstrak)
abstrak.pdf

Download (304kB) | Preview

Abstract

Pendahuluan: Asma merupakan penyakit inflamasi kronis jalan napas yang melibatkan berbagai sel inflamasi dan elemennya.Ketidakseimbangan sistem oksidan-antioksidan paru yang disebabkan inflamasi kronik pada asma dapat menyebabkan peningkatan radikal bebas yang berdampak pada hiperresponsif dan obstruksi jalan napas.Koenzim Q10 atau ubiquinon merupakan antioksidan potensial yang melindungi tubuh dari radikal bebas dan dapat membantu ketersediaan vitamin E yang merupakan antioksidan utama membran sel.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pemberian suplementasi koenzim Q10 terhadap nilai ACT, pengukuran FEV1, dan FEV1/FVC pada penderita asma bronkial tidak terkontrol. Metode: Penelitian ini bersifat studi eksperimental dengan desain penelitian randomized controlled trial, pre and post test control group design. Sampel penelitian adalah penderita asma bronkial tidak terkontrol yang berobat ke poliklinik paru dan asma.Sampel dibagi menjadi dua yaitu kelompok yang diberikan koenzim Q10 1x100 mg per hari dan placebo 1x100 mg per hariselama 4 minggu. Hasil:Didapatkan subyek sebanyak 40 orang, dengan dua orang dieksklusi dari penelitian sehingga dilakukan analisis terhadap 18 orang kelompok perlakuan dan 20 orang kelompok kontrol. Median selisihnilai kuisioner ACT sebelum dan sesudah pemberian koenzim Q10 pada kelompok eksperimen adalah 3,00sedangkan pada kelompok kontrol adalah 1,00, dengannilai p sebesar 0,012. Median selisih nilai % prediksi FEV1 sebelum dan sesudah pemberian koenzim Q10 pada kelompok eksperimen adalah adalah 4%sedangkan pada kelompok kontrol adalah 3,50%,dengan nilai p sebesar 0,906.Median selisih nilai FEV1/FVCsebelum dan sesudah pemberian koenzim Q10pada kelompok eksperimen adalah 3,00 % sedangkan pada kelompok kontrol adalah 1,50 %, dengan nilai p sebesar 0,277. Kesimpulan: Suplementasi koenzim Q10 dapat memberikan efek perbaikan terhadap nilai ACT, % prediksi FEV1, dan nilai FEV1/FVC pada asma bronchial tidak terkontrol. Namun hanya ditemukan perbedaan signifikan pada nilai ACT, sedangkan pada nilai % prediksi FEV1 dan nilai FEV1/FVC tidak ditemukan perbedaan signifikan. Pemberian

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKA KK PPDS PKR 04/18 Mau p
Uncontrolled Keywords: asma, q10, control status
Subjects: R Medicine > RC Internal medicine
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran > Ilmu Pulmonologi dan Ilmu kedokteran Respirasi
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
Novita MaulidiyahUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorArief Bakhtiar, dr.,SpP(K)UNSPECIFIED
Depositing User: Unnamed user with email indah.fatma@staf.unair.ac.id
Date Deposited: 10 Oct 2018 16:52
Last Modified: 10 Oct 2018 16:52
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/74571
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item