STRUKTUR POPULASI, KARAKTER MORFOMETRI, FAKTOR KONDISI DAN MUSIM REPRODUKSI Scylla paramamosain (Estampador, 1949) DI HABITAT MANGROVE SEDATI, SIDOARJO, JAWA TIMUR

Asriningsih Suryandari, 081614153005 (2018) STRUKTUR POPULASI, KARAKTER MORFOMETRI, FAKTOR KONDISI DAN MUSIM REPRODUKSI Scylla paramamosain (Estampador, 1949) DI HABITAT MANGROVE SEDATI, SIDOARJO, JAWA TIMUR. Thesis thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (Abstrak)
TB. 10-18 Sur s Abstrak.pdf

Download (68kB) | Preview
[img] Text (Fulltext)
TB. 10-18 Sur s.pdf
Restricted to Registered users only until 12 October 2021.

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

S. paramamosain merupakan salah satu spesies komoditi yang penting di Indonesia yang dapat ditemukan di habitat mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan populasi S. paramamosain di habitat Mangrove, Sedati, Sidoarjo, Jawa Timur berdasarkan struktur populasi, karakter morfometri, musim reproduksi dan faktor kondisi. Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2016 hingga Oktober 2017. Terdapat total 1034 individu yang tertangkap selama periode penelitian dengan total jantan 561 individu dan betina 473 individu. Pengukuran lebar/panjang karapaks dan chela (mm) menggunakan jangka sorong digital (0,01mm) dan berat tubuh menggunakan timbangan analitik (0,01g). Ukuran lebar karapaks S. paramamosain berkisar pada ukuran 23,42 – 131,83 mm jantan dan 42,81 - 187 mm betina. Sedangkan kisaran berat tubuh jantan 38,95- 473,16 g dan betina 36,62-356,89 g. Proporsi jenis kelamin jantan: betina pada penelitian ini adalah 1,19 : 1 (uji χ2, tidak berbeda signifikan dari 1:1). Hubungan lebar karapaks dan berat tubuh S. paramamosain jantan bersifat alometrik positif, sedangkan betina bersifat alometrik negatif. Hubungan panjang karapaks dan berat tubuh S. paramamosain jantan bersifat alometrik positif, sedangkan betina bersifat alometrik negatif. Hubungan lebar karapaks dan panjang chela S. paramamosain jantan dan betina bersifat alometrik negatif. Hubungan panjang dan lebar chela S. paramamosain jantan dan betina bersifat alometrik negatif. Musim reproduksi S. paramamosain terjadi sepanjang tahun. Puncak reproduksi terjadi pada bulan Desember 2016 dan Januari 2017. Nilai faktor kondisi (K) S. paramamosain jantan berkisar dari 0,32 hingga 5,84 dengan nilai rata-rata 1,84±0,38 sedangkan betina berkisar dari 1,09 hingga 5,85 dengan nilai rata-rata 1,67±0,32. Informasi biologis dan karakter populasi dari penelitian ini dapat digunakan sebagai upaya managemen berkelanjutan dan eksploitasi sumberdaya kepiting bakau di habitat mangrove dan perairan Indonesia.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKC KK TB. 10-18 Sur s
Uncontrolled Keywords: S. paramamosain, mangrove, morfometri, faktor kondisi, musim reproduksi
Subjects: Q Science > QH Natural history > QH301 Biology
Divisions: 08. Fakultas Sains dan Teknologi > Program Studi Biologi (S2)
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
Asriningsih Suryandari, 081614153005UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorAgoes Soegianto, Prof. Dr. Ir., DEAUNSPECIFIED
ContributorBambang Irawan, Prof. Dr., M.Sc.UNSPECIFIED
Depositing User: Tatik Poedjijarti
Date Deposited: 12 Oct 2018 10:21
Last Modified: 12 Oct 2018 10:21
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/74677
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item