HUBUNGAN INFEKSI SOIL-TRANSMITTED HELMINTH DENGAN KEPARAHAN KLINIS ALERGI PADA ANAK

NATALIA YUWONO, NIM011514253010 (2018) HUBUNGAN INFEKSI SOIL-TRANSMITTED HELMINTH DENGAN KEPARAHAN KLINIS ALERGI PADA ANAK. Thesis thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (Abstrak)
TKT. 07-18 Yuw h Abstrak.pdf

Download (74kB) | Preview
[img] Text (Fulltext)
TKT. 07-18 Yuw h.pdf
Restricted to Registered users only until 15 October 2021.

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Infeksi soil-transmitted helminth (STH) sering terjadi pada anak-anak di negara berkembang. Banyak studi epidemiologi menyatakan adanya hubungan antara infeksi STH dengan alergi, tetapi hal ini masih belum banyak diteliti di Indonesia, terutama di Sorong. Tujuan penelitian ini menjelaskan hubungan infeksi soil-transmitted helminth dengan derajat keparahan klinis alergi pada anak. Desain penelitian cross sectional dilakukan di dua sekolah dasar, SDN 22 dan SD Inpres 24, yang terletak di Kecamatan Mayamuk, Kabupaten Sorong, Propinsi Papua Barat. Infeksi STH diidentifikasi dengan pemeriksaan tinja menggunakan metode direct smear dan densitas parasit diukur dengan metode Elkins yang dimodifikasi dengan hasil sebagai telur per gram (egg per gram/EPG). Diagnosis alergi dilakukan dengan wawancara kuesioner International Study of Asthma and Allergies in Childhood (ISAAC) dengan modifikasi serta pemeriksaan fisik manifestasi alergi. Jumlah sel eosinofil dihitung pada sediaan hapusan darah dengan perhitungan jenis leukosit. Total 147 anak sekolah dasar berpartisipasi dalam penelitian ini dengan rentang usia 6 hingga 12 tahun. Infeksi STH yang ditemukan bervariasi dari Ascaris lumbricoides, Trichuris trichiura, Hookworm dan Strongyloides stercoralis terjadi pada 30,6% (45/147). Siswa dengan alergi ditemukan sebanyak 41,5% (61/147). Dermatitis alergi merupakan manifestasi tunggal yang paling banyak ditemukan (35%, 14/40), pada manifestasi klinis alergi campuran banyak ditemukan manifestasi asma dengan rinitis alergi (28,6%, 6/21) dan rinitis alergi dengan dermatitis alergi (28,6%, 6/21). Infeksi STH tidak berkorelasi signifikan dengan manifestasi klinis alergi (p=0,738, uji korelasi Spearman; p=0,779, uji Chi square). Namun, infeksi campuran STH pada manifestasi klinis alergi campuran (5/39) ditemukan lebih sedikit dibandingkan pada manifestasi klinis alergi tunggal (11/39). Hasil ini menunjukkan keparahan infeksi STH dapat berperan terhadap manifestasi klinis alergi, sehingga hal ini memerlukan penelitian lebih lanjut. Tingginya prevalensi infeksi STH tidak berhubungan dengan derajat keparahan manifestasi klinis alergi pada anak sekolah dasar di Kecamatan Mayamuk, Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat. Edukasi kesehatan, peningkatan sanitasi, penggunaan obat anti cacing sangat diperlukan untuk anak di daerah tersebut.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKA KK TKT. 07-18 Yuw h
Uncontrolled Keywords: soil-transmitted helminth, alergi, sekolah dasar, Sorong.
Subjects: R Medicine > RJ Pediatrics
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran > Ilmu Kedokteran Tropis
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
NATALIA YUWONO, NIM011514253010NIM011514253010
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorDominicus Husada, Dr., dr., DTM&H, MCTM (TM), Sp A (K)UNSPECIFIED
ContributorSukmawati Basuki, Dr., dr.,MScUNSPECIFIED
Depositing User: Tatik Poedjijarti
Date Deposited: 15 Oct 2018 09:23
Last Modified: 15 Oct 2018 09:23
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/74722
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item