PERBANDINGAN PENGARUH ANTARA PEMBERIAN EKSTRAK BUAH PARE (Momordica charantia) DAN EKSTRAK KULIT BATANG KERSEN (Muntingia calabura) TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH MENCIT (Mus musculus)

Dhinar Retno Panitis, NIM : 131611123032 (2017) PERBANDINGAN PENGARUH ANTARA PEMBERIAN EKSTRAK BUAH PARE (Momordica charantia) DAN EKSTRAK KULIT BATANG KERSEN (Muntingia calabura) TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH MENCIT (Mus musculus). Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
FKP N 144_18 Pan p ABSTRAK.pdf

Download (344kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
FKP N 144_18 Pan p.pdf
Restricted to Registered users only until 17 October 2021.

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Diabetes mellitus adalah penyakit degeneratif dengan prevalensi tinggi yang terjadi di banyak negara dengan resiko tinggi kematian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan pengaruh antara pemberian ekstrak buah pare (Momordica charantia) dan ekstrak kulit batang kersen (Muntingia calabura) terhadap penurunan kadar glukosa darah mencit (Mus musculus). Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah true eksperimental. Total sampel adalah 28 ekor, diambil sesuai perhitungan jumlah sampel minimal. Sampel dibagi menjadi empat kelompok. Kelompok 1 adalah kelompok kontrol normal yang diberi makan dan minum tanpa diberi ekstrak. Kelompok 2 adalah kelompok kontrol diabetes, mencit dibuat diabetes, diberi makan dan minum tanpa diberi ekstrak. Kelompok 3 adalah kelompok mencit diabetes, diberi makan minum dan diberi ekstrak buah pare 100 mg / kg berat badan. Kelompok 4 adalah kelompok mencit diabetes, diberi makan minum dan diberi ekstrak kulit batang kersen 500 mg / kg berat badan. Untuk membuat kondisi diabetes mellitus, dilakukan injeksi streptozotosin pada mencit dengan dosis berulang 40 mg / kg berat badan intraperitoneal. Variabel bebasnya adalah ekstrak buah pare (Momordica charantia) dan ekstrak kulit batang kersen (Muntingia calabura). Variabel dependennya adalah kadar glukosa darah. Data dikumpulkan dengan menggunakan observasi sebelum dan sesudah pemberian ekstrak. Data kemudian dianalisis dengan uji Pared T-test dan Independent T-test dengan tingkat signifikansi ≤ 0,05. Hasil menunjukkan bahwa ada perbedaan kadar glukosa darah sebelum dan sesudah diberi ekstrak buah pare (Momordica charantia) dosis 100 mg/kg bb (p=0,001). Dalam kelompok yang diberi perlakuan ekstrak kulit batang kersen (Muntingia calabura) dosis 500 mg/kg bb juga ada perbedaan kadar glukosa darah sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada perbedaan kadar glukosa setelah pemberian ekstrak buah pare (Momordica charantia) dan ekstrak kulit batang kersen (Muntingia calabura) (p=0,040). Penelitian selanjutnya sebaiknya menggunakan alat spektrofotometer untuk mengukur kadar glukosa darah.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKP N 144/18 Pan p
Uncontrolled Keywords: ekstrak buah pare (Momordica charantia), ekstrak kulit batang kersen (Muntingia calabura), kadar glukosa darah, diabetes mellitus.
Subjects: R Medicine > RC Internal medicine > RC31-1245 Internal medicine
R Medicine > RT Nursing > RT1-120 Nursing
R Medicine > RV Botanic, Thomsonian, and eclectic medicine
Divisions: 13. Fakultas Keperawatan
Creators:
CreatorsEmail
Dhinar Retno Panitis, NIM : 131611123032UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ConsultantKusnanto, Dr., S.Kp., M.Kes.UNSPECIFIED
ConsultantDeni Yasmara, S.Kep., Ns., M.Kep., Sp.Kep.MBUNSPECIFIED
Depositing User: Sulistiorini
Date Deposited: 17 Oct 2018 13:25
Last Modified: 17 Oct 2018 13:25
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/74794
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item