PERBANDINGAN EFEK AKUT AKTIVITAS FISIK INTERVAL DAN KONTINYU INTENSITAS SEDANG TERHADAP PERUBAHAN LAJU METABOLISME ISTIRAHAT PADA PEREMPUAN OBESITAS

WIDI ARTI, NIM011614553004 (2018) PERBANDINGAN EFEK AKUT AKTIVITAS FISIK INTERVAL DAN KONTINYU INTENSITAS SEDANG TERHADAP PERUBAHAN LAJU METABOLISME ISTIRAHAT PADA PEREMPUAN OBESITAS. Thesis thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (Abstrak)
TKO. 09-18 Art p Abstrak.pdf

Download (541kB) | Preview
[img] Text (Fulltext)
TKO. 09-18 Art p.pdf
Restricted to Registered users only until 22 October 2021.

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

obesitas. Pada orang obese memiliki keluaran energi lebih rendah di bandingkan pada orang nonobese. Keluaran energi energi harian dapat dibagi menjadi tiga komponen laju metabolisme istirahat (LMI) 60-70%, efek termal makanan 10% dan aktivitas fisik 10-25%. Bertujuan agar asupan energi dan keluaran energi seimbang, karena ketidakseimbangan energi positif bisa mengakibatkan akumulasi energi yang berlebihan tersimpan sebagai lemak tubuh. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan efek akut aktivitas fisik interval intensitas sedang dan aktivitas fisik kontinyu intensitas sedang pada perempuan obesitas terhadap laju metabolisme istirahat (LMI). Perempuan (n=14), K1 (kelompok aktivitas fisik interval) usia (20,57±2,82), IMT (27,34±1,69) kg/cm², K2 (kelompok aktivitas fisik kontinyu) usia (25,57±5,74), IMT (26,07±10,01) kg/cm² berpartisipasi dalam kelompok interval dan kontinyu. Aktivitas fisik menggunakan ergocyle dilakukan satu kali, total durasi 38 menit/sesi dengan intensitas sedang 75-85% denyut jantung cadangan (HRR). LMI diukur tiga kali pengukuran pretest (sebelum aktivitas fisik), posttest 1 (30 menit setelah aktivitas fisik) dan posttest 2 (22-24 jam setelah aktivitas fisik). Hasil penelitian memperoleh delta perbedaan rerata peningkatan LMI kelompok interval posttest 1 – prestest adalah (7,01 ± 14,19) sedangkan kelompok kontinyu adalah (11,47 ± 10,28) nilai p = 0,43 (p>0,05). Rerata peningkatan LMI kelompok interval posttest 2 – prestest adalah (26,91 ± 27,60) sedangkan kelompok kontinyu (3,96 ± 16,83) nilai p = 0,18 (p>0,05). Rerata peningkatan LMI kelompok interval posttest 2 – prestest adalah (19,90 ± 17,46) sedangkan kelompok kontinyu (-7,51 ± 9,30) nilai p = 0,19 (p>0,05). Kesimpulan hasil LMI pada aktivitas fisik interval terjadi peningkatan signifikan pada LMI post 1 dan post 2 aktivitas fisik kontinyu terjadi peningkatan signifikan pada LMI post 1 dan tidak ada perbedaan LMI antara kelompok aktivitas fisik interval dan kontinyu pada perempuan obese.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKA KK TKO. 09-18 Art p
Uncontrolled Keywords: Laju metabolisme istirahat, Obesitas, Perempuan, Aktivitas fisik Interval, Kontinyu
Subjects: H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare > HV1-9960 Social pathology. Social and public welfare. Criminology > HV697-4959 Protection, assistance and relief > HV697-3024 Special classes > HV1442-1448 Women
R Medicine > RC Internal medicine > RC1200 Sports Medicine
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
WIDI ARTI, NIM011614553004NIM011614553004
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorPurwo Sri Rejeki, Dr.,dr.,M.KesUNSPECIFIED
ContributorChoesnan Effendi, dr., AIFMUNSPECIFIED
Depositing User: Tatik Poedjijarti
Date Deposited: 22 Oct 2018 09:16
Last Modified: 22 Oct 2018 09:16
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/74966
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item