HUBUNGAN IKLIM KERJA DAN BEBAN KERJA FISIK DENGAN KELELAHAN PADA PEKERJA BAGIAN PENGECORAN BAJA DI PT. X SIDOARJO

MUHAMMAD AMIN JAUHARI, 101411131148 (2018) HUBUNGAN IKLIM KERJA DAN BEBAN KERJA FISIK DENGAN KELELAHAN PADA PEKERJA BAGIAN PENGECORAN BAJA DI PT. X SIDOARJO. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (ABSTRACT)
KKC KK FKM 239 - 18 Jau h-Abstract.pdf

Download (27kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
KKC KK FKM 239 - 18 Jau h.pdf
Restricted to Registered users only until 25 October 2021.

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Kelelahan merupakan kondisi yang umum terjadi pada pekerja. Kelelahan merupakan mekanisme perlindungan agar tubuh tidak mengalami kerusakan. Beberapa faktor yang menyebabkan kelelahan antara lain iklim kerja, beban kerja fisik dan kualitas tidur. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara iklim kerja dan beban kerja fisik dengan kelelahan pada pekerja bagian pengecoran baja di PT. X Sidoarjo. Rancangan penelitian ini merupakan observasional analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini adalah 30 orang yang bekerja pada bagian pengecoran baja di PT. X Sidoarjo. Variabel independent pada penelitian ini adalah iklim kerja, beban kerja fisik dan kualitas tidur. Variabel dependen pada penelitian ini adalah kelelahan. Pengukuran kelelahan dilakukan dengan menggunakan reaction timer. Analisi bivariat yang digunakan untuk mengetahui hubungan antara iklim kerja dan beban kerja fisik dengan kelelahan adalah uji korelasi spearman. Hasil penelitian ini menunjukkan iklim kerja tertinggi berada pada titik B BRF yang terletak didepan burner billet dengan nilai ISBB sebesar 35,9 °C. Mayoritas responden (73,3 %) memiliki beban kerja sedang. Sebagian besar responden (56,7%) memiliki kualitas tidur buruk. Terdapat pekerja yang mengalami kelelahan ringan (30 %). Hubungan antara iklim kerja dengan kelelahan memiliki fisher exact sebesar 0,029. Hubungan antara beban kerja fisik dengan kelelahan memiliki p-value sebesar 0,045. Terdapat hubungan yang bermakna antara kualitas tidur dengan kelelahan dengan fisher exact sebesar 0,042. Kesimpulan dari penelitian ini adalah iklim kerja dan kelelahan memiliki hubungan yang sedang, beban kerja fisik dengan kelelahan memiliki hubungan yang lemah, serta kualitas tidur dengan kelelahan memiliki hubungan sedang. Disarankan untuk PT. X Sidoarjo menambah jumlah blower fan pada area yang iklim kerja > NAB, melakukan permeriksaan kesehatan berkala, memasang media promosi kesehatan, penyuluhan untuk pekerja terkait penyebab kelelahan, bahaya iklim kerja panas, dan cara mengatasi kualitas tidur yang buruk.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM 239/ 18 Jau h
Uncontrolled Keywords: work climate, physical workload, sleep quality, fatigue
Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD7260-7780.8 Industrial hygiene. Industrial welfare
R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
MUHAMMAD AMIN JAUHARI, 101411131148UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorIndriati Paskarini, S.H., M.KesUNSPECIFIED
Depositing User: Mrs. Djuwarnik Djuwey
Date Deposited: 25 Oct 2018 11:52
Last Modified: 25 Oct 2018 11:52
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/75131
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item