PENGGUNAAN ANTIBIOTIK ORAL UNTUK MENCEGAH SURGICAL SITE INFECTION PADA PASIEN PASCA-MODIFIED RADICAL MASTECTOMY DI RSUD DR. SOETOMO Penelitian Prospektif

Norman Hadi, NIM011228076309 (2018) PENGGUNAAN ANTIBIOTIK ORAL UNTUK MENCEGAH SURGICAL SITE INFECTION PADA PASIEN PASCA-MODIFIED RADICAL MASTECTOMY DI RSUD DR. SOETOMO Penelitian Prospektif. Thesis thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (Abstrak)
PPDS.IB. 15-18 Had p Abstrak.pdf

Download (17kB) | Preview
[img] Text (Fulltext)
PPDS.IB. 15-18 Had p.pdf
Restricted to Registered users only until 30 October 2021.

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Latar Belakang : Prosedur operasi Modified Radical Mastectomy (MRM) dianggap sebagai operasi bersih oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC) wound classification system. Meskipun operasi MRM dianggap sebagai operasi "Bersih", tingkat Surgical Site Infection (SSI) pascaoperasi MRM mencapai 1- 26 %, lebih tinggi dari yang diharapkan untuk kasus operasi bersih. Antibiotik profilaksis perioperatif single dose yang mengandung antistaphylococcal activity merupakan standard prosedur pada operasi MRM, diberikan sesuai dengan pedoman Joint Commission SCIP (Surgical Care Improvement Project), secara signifikan mengurangi risiko SSI pascaoperasi MRM, tetapi nilai dari penggunaan antibiotik oral pascaoperasi sebagian besar tidak diketahui. Beberapa ahli bedah meresepkan antibiotik pascaoperasi untuk semua pasien pascaoperasi MRM untuk mencegah infeksi meskipun kurang terbukti keberhasilannya. Sampai dengan saat ini, belum ada penelitian yang mendukung penggunaan antibiotik oral pascaoperasi MRM secara rutin. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perlunya penggunaan antibiotik oral untuk mencegah SSI pada pasien pascaoperasi MRM di RSUD dr. Soetomo. Metode : Penelitian ini merupakan double-blinded randomized control trial dengan 60 pasien pascaoperasi MRM (2 kelompok) selama periode Desember 2017 sampai dengan Maret 2018. Sampel dibagi dua kelompok, pada grup A (n=30) pasien mendapat antibiotik profilaksis single dose cefazolin dua gram dan dilanjutkan dengan pemberian antibiotik oral pascaoperasi (Cefadroxil 2 x 500 mg) selama 7 hari dan pada grup B (n=30) pasien mendapat antibiotik profilaksis single dose cefazolin dua gram dan pascaoperasi tidak mendapatkan antibiotik oral (pasien diberikan placebo). Pasien diikuti pada hari ke-3, hari ke-7, hari ke-14 dan hari ke-30 setelah operasi dan dicatat kondisi luka operasi apakah ada SSI berdasarkan kriteria CDC 2017. Hasil : Tidak terdapat perbedaan yang bermakna kejadian SSI pada kedua kelompok dengan (p=1). Tidak didapatkan adanya kejadian SSI pada kelompok antibiotik oral pascaoperasi dan pada kelompok tanpa antibiotik oral pascaoperasi (placebo) pada pemeriksaan luka operasi pada hari ke 3, 7, 14, dan 30. Kesimpulan : Kejadian SSI pada pasien pascaoperasi MRM di RSUD dr. Soetomo yang mendapat antibiotik oral tidak lebih rendah daripada yang tidak mendapatkan antibiotik oral (placebo).

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKA KK PPDS.IB. 15-18 Had p
Uncontrolled Keywords: Antibiotik oral, Surgical Site Infection, Pasca-Modified Radical Mastectomy
Subjects: R Medicine > RD Surgery
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran > Ilmu Bedah Umum
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
Norman Hadi, NIM011228076309NIM011228076309
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorHantoro Ishardyanto, dr., Sp.B (K) OnkUNSPECIFIED
Depositing User: Tatik Poedjijarti
Date Deposited: 30 Oct 2018 12:57
Last Modified: 30 Oct 2018 12:57
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/75200
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item