KADAR C-REACTIVE PROTEIN SEBAGAI PREDIKTOR KEMATIAN JANGKA PENDEK PADA SIROSIS HATI DEKOMPENSATA Penelitian Observasional Retrospektif Di Instalasi Rawat Inap Penyakit Dalam RSUD Dr. Soetomo Surabaya Divisi Gastro-Entero-Hepatologi

RIO AZADI, 011228026312 (2018) KADAR C-REACTIVE PROTEIN SEBAGAI PREDIKTOR KEMATIAN JANGKA PENDEK PADA SIROSIS HATI DEKOMPENSATA Penelitian Observasional Retrospektif Di Instalasi Rawat Inap Penyakit Dalam RSUD Dr. Soetomo Surabaya Divisi Gastro-Entero-Hepatologi. Thesis thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (Abstrak)
PPDS.IPD. 12-18 Aza k Abstrak.pdf

Download (150kB) | Preview
[img] Text (Fulltext)
PPDS.IPD. 12-18 Aza k.pdf
Restricted to Registered users only until 31 October 2021.

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Latar Belakang: penentuan prognosis pasien sirosis hati (SH) dekompensata merupakan hal penting dalam penyusunan daftar tunggu transplantasi hati. Kondisi systemic inflammatory response syndrome (SIRS) diketahui dapat menimbulkan komplikasi dan mortalitas pasien SH dekompensata. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis apakah kadar C-reactive protein (CRP) sebagai surrogate marker kondisi SIRS dapat menjadi prediktor mortalitas jangka pendek (3 bulan) pasien SH dekompensata. Metode: desain penelitian ini adalah obeservasional analitik retrospektif dengan 110 subjek rekam medis pasien SH dekompensata yang menjalani rawat inap pada tahun 2014 hingga 2017 dengan kriteria inklusi pasien usia 18-60 tahun yang didiagnosis SH dekompensata (Child B, C) dan kriteria eksklusi PGK, keganasan, penyakit autoimun, infeksi HIV, penggunaan obat steroid/imunosupresan dan diamati selama 3 bulan. Diagnosis SH dekompensata ditegakkan jika subjek mempunyai kriteria Child Turcotte Pugh (CTP) B atau C. Dilakukan analisis multivariat dengan Backward stepwise multiple logistic regression. Hasil akan disajikan dalam Odds Ratio (OR) dan AUROC. Hasil: Sebanyak 110 subjek yang diteliti, didapatkan rerata usia 51,01 (±8,85) dengan jenis kelamin terbanyak laki-laki yaitu 81 orang (73,6%). Kadar CRP dapat secara independent menjadi prediktor mortalitas jangka pendek SH dekompensata setelah analisis multivariate (OR 1,136, p:0,000), dengan AUROC 0,977. Didapatkan Cut off nilai CRP dengan Sn dan Sp terbaik adalah 32,44 dengan Sn 90,9% dan Sp 96,1%. Kesimpulan : penelitian ini menunjukkan bahwa CRP dapat menjadi prediktor mortalitas jangka pendek pasien sirosis hati dekompensata.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKA KK PPDS.IPD. 12-18 Aza k
Uncontrolled Keywords: CRP, mortalitas jangka pendek, SH dekompensata
Subjects: R Medicine > RC Internal medicine > RC31-1245 Internal medicine
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran > Ilmu Penyakit Dalam
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
RIO AZADI, 011228026312UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorPoernomo Boedi Setiawan, dr., Sp.PD, K-GEHUNSPECIFIED
ContributorHerry Purbayu, dr., Sp.PD, K-GEH,UNSPECIFIED
Depositing User: Tatik Poedjijarti
Date Deposited: 31 Oct 2018 14:37
Last Modified: 31 Oct 2018 14:37
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/75223
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item