PERLINDUNGAN HUKUM ATAS KERUGIAN KONSUMEN KERETA API RAPIH DOHO AKIBAT PENJUALAN TIKET TANPA TEMPAT DUDUK OLEH PT. KAI

JUSTICIA M. GRACE ISTIA, 031614153043 (2018) PERLINDUNGAN HUKUM ATAS KERUGIAN KONSUMEN KERETA API RAPIH DOHO AKIBAT PENJUALAN TIKET TANPA TEMPAT DUDUK OLEH PT. KAI. Thesis thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (Abstrak)
THB. 21-18 Ist p Abstrak.pdf

Download (24kB) | Preview
[img] Text (Fulltext)
THB. 21-18 Ist p.pdf
Restricted to Registered users only until 1 November 2021.

Download (640kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Kereta Api Rapih Doho termasuk dalam Kereta Api jarak dekat yang menyediakan tiket tanpa tempat duduk menyebabkan banyak penumpang berdiri dan menimbulkan ketidaknyaman baik bagi penumpang dengan tempat duduk maupun penumpang tanpa tempat duduk. Penumpang yang berdiri tidak disediakan tempat khusus sehingga harus berdiri di tengah koridor, di ujung-ujung gerbong, bahkan di dekat toilet dan pintu kereta yang menyebabkan keadaan dalam gerbong menjadi penuh sesak. Di sisi lain, konsumen mempunyai hak yang dijamin dalam Pasal 4 UUPK diantaranya mengenai keamanan, kenyamanan, dan keselamatan. PT KAI sebagai pelaku usaha memang memperbolehkan untuk menjual tiket tanpa tempat duduk khusus bagi KA jarak dekat, dan standarnya telah ditentukan dalam Peraturan Menteri Perhubungan. Namun dalam pelaksanaannya penumpang dengan tiket tempat duduk ini menimbulkan kerugian materiil dan imateriil bagi semua penumpang, baik penumpang dengan tempat duduk maupun penumpang tanpa tempat duduk. Sehingga muncul permasalahan apakah pengaturan mengenai penjualan tiket tanpa tempat duduk ini melanggar hak konsumen dalam UUPK atau tidak. Lantas bentuk tanggung gugat seperti apa yang dapat diberikan PT KAI atas kerugian yang dialami penumpang sebagai konsumen. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa standar minimal pelayanan yang telah ditetapkan masih mengesampingkan hak konsumen atas kenyamanan dan keselamatan. Sehingga menimbulkan berbagai macam kerugian. Kerugian terbesar adalah kerugian immateriil yang menyebabkan hilangnya kesenangan konsumen dalam menggunakan jasa yang ditawarkan. Hak atas kenyamanan dan hak atas keselamatan tidak terpenuhi. Atas hal tersebut, penumpang sebagai konsumen dapat mengajukan ganti rugi terhadap PT KAI. Ada beberapa cara yang dapat ditempuh, yaitu melalui cara damai, gugatan di Pengadilan Negeri, atau melalui BPSK. Namun semua cara tersebut tidak akan menyelesaikan permasalahan secara keseluruhan dan akan terus berulang ke penumpang berikutnya. Sehingga cara penyelesaian yang paling tepat adalah dengan PT KAI merubah aturan yang ada dan lebih memperhatikan hak-hak konsumen yang telah dijamin dalam UUPK.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB KK-2 THB. 21-18 Ist p
Uncontrolled Keywords: hak konsumen, tiket tanpa tempat duduk, kerugian immateriil
Subjects: K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K(520)-5582 Comparative law. International uniform law > K1000-1395 Commercial law
Divisions: 03. Fakultas Hukum > Magister Hukum Bisnis
Creators:
CreatorsNIM
JUSTICIA M. GRACE ISTIA, 031614153043UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorGianto Al Imron, S.H., M.H.UNSPECIFIED
Depositing User: Tatik Poedjijarti
Date Deposited: 01 Nov 2018 09:59
Last Modified: 01 Nov 2018 09:59
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/75246
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item