PENGARUH DOSIS MAKROFAG DAN LAMA INKUBASI TERHADAP KADAR INTERFERON GAMMA (IFN-) PADA MODEL GRANULOMA TUBERKULOSIS IN VITRO

YUSUF EKO NUGROHO, 091614353010 (2018) PENGARUH DOSIS MAKROFAG DAN LAMA INKUBASI TERHADAP KADAR INTERFERON GAMMA (IFN-) PADA MODEL GRANULOMA TUBERKULOSIS IN VITRO. Thesis thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (Abstrak)
TI. 02-18 Nug p Abstrak.pdf

Download (80kB) | Preview
[img] Text (Fulltext)
TI. 02-18 Nug p.pdf
Restricted to Registered users only until 2 November 2021.

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Tuberculosis (TB) merupakan suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri batang yaitu Mycobacterium tuberculosis (Mtb) yang bisa menyebabkan infeksi laten. Mtb masuk melalui aerosolisasi yang kemudian menginfeksi serta mengaktifkan makrofag dan sel dendritik yang ada di paru-paru. Sel dendritik yang aktif kemuadin menyajikan antigen yangsudah diolah dalam bentuk peptida kepada sel limfosit yang kemudian membentuk Granuloma. Granuloma adalah susunan jaringan yang terdiri dari makrofag yang terinfeksi dan multinucleated giant cells, yang dikelilingi oleh agregasi dari monosit atau makrofag yang baru, serta netrofil dan limfosit. Makrofag memiliki tugas untuk membunuh kuman Mtb. Berbagai jenis fenotip makrofag pada granuloma dengan berbagai fungsi, termasuk mekanisme efektor anti mikobakteri, menghasilkan sitokin yaitu IFN-γ. Pada manusia, IFN-, dilepaskan oleh sel Th1 yang diaktifkan, adalah limfokin utama untuk mengaktifkan metabolisme oksidatif makrofag dan aktivitas antimikroba yang berfungsi mengeliminasi mikobakteria. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran penambahan makrofag terhadap kadar IFN- dengan metode In-vitro menggunakan PBMC yang diinfeksi kuman Mtb dengan penambahan Makrofag dengan konsentrasi 1,2,3x105 dengan lama waktu inkubasi 1,2,3,4,dan 5 hari untuk diuji kadar IFN- dengan menggunakan uji ELISA. variasi per hari dari kelompok kontrol tanpa makrofag dengan kelompok penambahan makrofag 1x105, 2x105, dan 3x105 didapatkan nilai p= P=0,7201 nilai tersebut lebih besar dari 0,05 (p>0,05) sehingga menunjukkan tidak ada perbedaan yang bermakna.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB KK-2 TI. 02-18 Nug p
Uncontrolled Keywords: tuberculosis, granuloma, makrofag, IFN-
Subjects: Q Science > QR Microbiology > QR180 Immunology
R Medicine > RC Internal medicine > RC306-320.5 Tuberculosis
Divisions: 05. Fakultas Farmasi
Creators:
CreatorsEmail
YUSUF EKO NUGROHO, 091614353010UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorJusak Nugraha, Prof. Dr., dr., MS., Sp.PK(K).UNSPECIFIED
ContributorAgung Dwi Wahyu Widodo, Dr. , dr., M.Si., M. Ked. Klin., Sp. MK.UNSPECIFIED
Depositing User: Tatik Poedjijarti
Date Deposited: 02 Nov 2018 10:57
Last Modified: 02 Nov 2018 10:57
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/75262
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item