Pengaruh Kosmopolitanisme Aktor Non-Negara terhadap Kebijakan Nasional: Peranan DGB dalam Kebijakan Open-Door sebagai Respon atas Krisis Pengungsi

Prila Sherly Arofani, 071411231044 (2018) Pengaruh Kosmopolitanisme Aktor Non-Negara terhadap Kebijakan Nasional: Peranan DGB dalam Kebijakan Open-Door sebagai Respon atas Krisis Pengungsi. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK_Fis.HI.41 18 Aro p.pdf

Download (126kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
FULLTEXT_Fis.HI.41 18 Aro p.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian dilatarbelakangi oleh permasalahan kontra terhadap kebijakan opendoor yang menimbulkan sentimen rasisme dari kelompok sayap kanan dan kritik keras dari kelompok tertentu. Namun, Merkel tetap pada pendiriannya dengan menyatakan bahwa Jerman dapat melakukannya secara bersama sama. Maka dari itu, penelitian ini berfokus pada adanya pengaruh nilai nilai kosmopolitanisme terhadap kebijakan ini yang dirumuskan di bawah kepemimpinan Merkel. Penelitian ini menggunakan pemahaman teorisasi bahwa kosmopolitanisme tidak mungkin terjadi tanpa adanya bantuan dari institusi politik seperti negara. Peneliti memiliki argumentasi bahwa untuk mendukung nilai-nilai kosmopolitanisme, penelitian ini menggunakan dua tingkat yaitu gerakan sosial dan institusi politik. Untuk gerakan sosial, secara khusus membahas trade union yaitu Deutscher Gewerkschaftsbund (DGB) yang secara langsung mennyatakan bahwa Jerman adalah negara kosmopolitan sehingga tidak ada tempat bagi kelompok rasisme. DGB menentang keras gerakan gerakan anti pengungsi yang menyuarakan rasisme karena tidak sesuai dengan Jerman sebagai negara kosmopolitan. Sedangkan, pada tingkat institusi politik dapat diketahui melalui bagaimana kabinet Merkel merespon terhadap isu pengungsi dan rasisme yang memberikan dampak pada pengungsi. Kabinet Merkel menyampaikan bahwa kelompok rasisme tidak mewakili mayoritas Jerman dengan menunjukkan bahwa kebijakan open-door memiliki basis konstitusional yang jelas yaitu pada UUD Pasal 1 mengenai martabat manusia. Penelitian ini juga melihat hubungan kedekatan antara DGB dengan pemerintahan Jerman yang semakin memperkuat implementasi kebijakan open-door.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 Fis.HI.41/18 Aro p
Uncontrolled Keywords: Kosmopolitanisme, Merkel, Gerakan Sosial, Institusi Politik, DGB, Trade Union, Open-door, Rasisme.
Subjects: J Political Science > JZ International relations > JZ5-6530 International relations > JZ4835-5490 International organizations and associations
J Political Science > JZ International relations > JZ5-6530 International relations
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Hubungan Internasional
Creators:
CreatorsEmail
Prila Sherly Arofani, 071411231044UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorI Gede Wahyu Wicaksana, S.IP., MSi., Ph.D.UNSPECIFIED
Depositing User: Mrs Nadia Tsaurah
Date Deposited: 09 Nov 2018 08:38
Last Modified: 09 Nov 2018 08:38
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/75402
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item