Ekstrak Buah Delima Terstandar Menurunkan Derajat Fibrosis Hati pada Hewan Model Tikus Putih

Yuniarti, Wiwik Misaco and Handajani, Retno and Kusumobroto, Hernomo Ontoseno and Sudiana, Ketut (2013) Ekstrak Buah Delima Terstandar Menurunkan Derajat Fibrosis Hati pada Hewan Model Tikus Putih. Jurnal Veteriner, 14 (4). pp. 511-518. ISSN 1411-8327

[img]
Preview
Text (Jurnal)
14. Ekstrak Buah Delima Terstandar ....pdf

Download (2MB) | Preview
[img] Text (Turn It In)
Bukti 14 Ekstrak Buah Delima Terstandar ... (2).pdf
Restricted to Registered users only

Download (4MB) | Request a copy
[img] Text (Peer Review)
Peer Review Bukti C 14.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: https://ojs.unud.ac.id/index.php/jvet/article/view...

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh ekstrak buah delima pada fibrosis hati akibat obstruksi bilier. Fibrosis hati diinduksi dengan teknik bile duct ligation (BDL) dan analisis pengaruh pemberian ekstrak buah delima terstandar dilakukan terhadap kolagen tipe I dan derajat fibrosis hati. Sebanyak 32 ekor tikus putih jantan (Rattus norvegicus), umur 2,5 bulan dan memiliki kisaran bobot badan 160-190 gram dibagi menjadi empat kelompok perlakuan. Kelompok pertama (P0) adalah kelompok tikus laparatomi yang diberi larutan carboxy methyl cellulose (CMC) 0,3% sebanyak 2 mL. Tiga kelompok yang lain adalah kelompok yang dilaparatomi dan bile duct ligation (BDL), tetapi mendapat perlakuan yang berbeda. Kelompok P1 diberi larutan carboxy methyl cellulose (CMC) 0,3%, P2 diberi ekstrak buah delima terstandar 150 mg/kgbb/per oral/hari dalam CMC 0,3% dan P3 diberi ellagic acid (EA) 60 mg/kgbb/per oral/hari dengan volume yang sama. Pemberian perlakuan dilakukan hari kedua setelah BDL dan diberikan selama 21 hari. Hati dieksisi satu hari setelah pemberian terakhir. Pemeriksaan dilakukan terhadap ketebalan kolagen tipe I dan derajat fibrosis hati yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak buah delima terstandar dapat menghambat ekspresi kolagen tipe I pada kelompok P2 dan P3 bila dibandingkan dengan kelompok P1 (p<0,05). Pemberian ekstrak buah delima terstandar secara signifikan juga dapat menghambat perkembangan fibrosis hati bila dibandingkan dengan P1. Derajat fibrosis hati tidak berbeda nyata antara P2 dengan P3 dan antara P3 dengan P1 (p>0,05). Pemberian ekstrak buah delima (150 mg/kgbb/per oral/hari) memiliki efek antifibrotik dengan cara menghambat peningkatan ekspresi kolagen tipe I dan derajat fibrosis hati. Kata kunci : buah delima, kolagen tipe I, derajat fibrosis

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: buah delima, kolagen tipe I, derajat fibrosis
Subjects: S Agriculture > SF Animal culture > SF600-1100 Veterinary medicine
Divisions: 06. Fakultas Kedokteran Hewan > Klinik Veteriner
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
Yuniarti, Wiwik MisacoUNSPECIFIED
Handajani, RetnoUNSPECIFIED
Kusumobroto, Hernomo OntosenoUNSPECIFIED
Sudiana, KetutUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Erna Dwi Indriyani
Date Deposited: 04 Dec 2018 11:56
Last Modified: 04 Dec 2018 11:56
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/76005
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item