KEDUDUKAN AHLI WARIS YANG MURTAD SEBELUM PEMBAGIAN WARIS MENURUT HUKUM WARIS ISLAM( Analisis Penetapan Pengadilan Agama Surabaya No. 1747/Pdt.P/2016/PA.Sby )

SEPTIANI AYU RIZKIYANA, S.H, 031614253078 (2018) KEDUDUKAN AHLI WARIS YANG MURTAD SEBELUM PEMBAGIAN WARIS MENURUT HUKUM WARIS ISLAM( Analisis Penetapan Pengadilan Agama Surabaya No. 1747/Pdt.P/2016/PA.Sby ). Thesis thesis, Universitas Airlangga.

[img] Text (abstrak)
abstrak.pdf

Download (199kB)
[img] Text (full text)
full text.pdf
Restricted to Registered users only until 3 December 2021.

Download (802kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Kematian merupakan salah satu peristiwa hukum penting yang akan dilalui oleh setiap manusia dan berhubungan dengan hukum waris yang mengatur mengenai pembagian harta waris yang ditinggalkan oleh pewaris kepada ahli warisnya. Ketika pewaris tersebut adalah seorang yang beragama Islam, maka hukum waris yang akan digunakan adalah Hukum Waris Islam. Dalam praktiknya, seringkali proses pembagian harta waris tidak segera dilaksanakan sehingga menimbulkan adanya peristiwa hukum baik terhadap harta waris maupun terhadap ahli waris itu sendiri. Salah satu contoh peristiwa hukum tersebut adalah adanya ahli waris yang murtad sebelum terjadinya pembagian harta waris. Metode yang digunakan dalam penelitian hukum ini adalah metode yuridis normatif, sedangkan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan Perundangundangan (Statute Approach) dan Pendekatan Konseptual (Conceptual Approach). Berdasarkan penelitian hukum ini, maka didapat kesimpulan bahwa untuk dapat menjadi ahli waris, seseorang tersebut harus memiliki hubungan kekerabatan atau hubungan perkawinan dengan pewaris dan harus terbebas dari penghalang kewarisan serta hijab yang menyebabkan seseorang tersebut kehilangan haknya untuk menjadi ahli waris. Dalam hal murtadnya ahli waris utama setelah pewaris meninggal dunia, kemurtadan ahli waris tersebut menjadikannya memiliki kedudukan yang sama dengan orang yang berbeda agama dengan pewaris sebelum pewaris meninggal dunia, sehingga ahli waris yang murtad tersebut kehilangan haknya untuk menjadi ahli waris dan hanya bisa menerima harta waris berdasarkan wasiat wajibah

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB KK TMK 150/18 Riz k
Uncontrolled Keywords: Hukum Waris Islam, ahli waris, murtad
Subjects: K Law
Divisions: 03. Fakultas Hukum > Magister Kenotariatan
Creators:
CreatorsEmail
SEPTIANI AYU RIZKIYANA, S.H, 031614253078UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorAbd. Shomad, Prof. Dr. Drs., S.H., M.H.UNSPECIFIED
Depositing User: Unnamed user with email indah.fatma@staf.unair.ac.id
Date Deposited: 03 Dec 2018 16:49
Last Modified: 03 Dec 2018 16:49
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/76100
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item