FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELUHAN SUBYEKTIF MUSCULOSKELETAL DISORDERS (MSDs) PADA PEKERJA PABRIK SEPATU DI NGANJUK

PRIMALIA SUKMA PUTRI, 101411131068 (2018) FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELUHAN SUBYEKTIF MUSCULOSKELETAL DISORDERS (MSDs) PADA PEKERJA PABRIK SEPATU DI NGANJUK. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (ABSTRACT)
KKC KK FKM.316-18 Put f ABSTRAK.pdf

Download (21kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
KKC KK FKM.316-18 Put f SKRIPSI.pdf
Restricted to Registered users only until 4 December 2021.

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Proses produksi terdiri dari banyak kegiatan yang menggunakan tenaga manusia, misalnya dalam proses pengolahan bahan, pengepakan dan pengangkutan hasil produksi secara manual. Hal tersebut apabila tidak dilakukan dengan cara yang benar, maka akan mengakibatkan gangguan pada sistem otot, tulang, tendon, dan syaraf disebut dengan musculoskeletal disorders. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis faktor apa saja yang berhubungan dengan keluhan subyektif musculoskeletal disorders. Penelitian ini menggunakan teknik observasional dengan rancang bangun cross sectional study. Responden dalam penelitian ini adalah pekerja bagian cutting pabrik seppatu di nganjuk dengan sampel sebesar 37 orang dari total populasi sebanyak 60 orang. Sampel diambil dengan menggunakan metode simple random sampling. Data diperoleh dengan kuesioner, obserassi lapangan dan wawancara pada pekerja. Data disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan tabulasi silang dianalisis secara statistic menggunakan uji Fisher,s Exact test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebesar 62,2% pekerja mengalami keluhan Subyektif MSDs yang ringan dan sebesar 13,5 % mengalami keluhan subyektif MSDs yang sedang. Variabel kebiasaan merokok, faktor sikap kerja dan beban kerja fisik memiliki hubungan dengan keluhan subyektif musculoskeletal disorders. Pada faktor karakteristik individu yaitu umur, jenis kelamin, masa kerja dan indeks masa tubuh serta faktor desain meja kerja, masing-masing tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan keluhan subyektif musculoskeletal disorders. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah variabel kebiasaan merokok sikap kerja dan beban kerja fisik, yang memiliki hubungan secara signifikan dengan keluhan subyektif musculoskeletal disorders (MSDs). Sebaiknya setiap 2 jam waktu kerja diberikan istirahat selama 5-10 menit untuk pekerja agar dapat melakukan peregangan otot.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM.316/18 Put f
Uncontrolled Keywords: individual characteristic, work posture, physical workload workbench, musculoskeletal disorders
Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD6350-6940.7 Trade unions. Labor unions. Workers' associations
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsEmail
PRIMALIA SUKMA PUTRI, 101411131068UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorY. Denny Ardyanto W., Dr., Ir., M.S.UNSPECIFIED
Depositing User: mrs hoeroestijati beta
Date Deposited: 04 Dec 2018 11:50
Last Modified: 04 Dec 2018 11:50
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/76120
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item