KORELASI LEUKOSIT CD64 DAN GRANULOSIT IMATUR DENGAN PROKALSITONIN PADA PENDERITA SEPSIS BAKTERIAL

Citra Novita, NIM011428156302 (2018) KORELASI LEUKOSIT CD64 DAN GRANULOSIT IMATUR DENGAN PROKALSITONIN PADA PENDERITA SEPSIS BAKTERIAL. Thesis thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (Abstrak)
PPDS.PK. 17-18 Nov k Abstrak.pdf

Download (273kB) | Preview
[img] Text (Fulltext)
PPDS.PK. 17-18 Nov k.pdf
Restricted to Registered users only until 6 December 2021.

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Pendahuluan. Sepsis merupakan masalah serius serta keadaan darurat kritis yang menyebabkan morbiditas dan mortalitas di seluruh dunia sehingga memerlukan diagnosis sedini mungkin. Diagnosis sepsis terbaru dengan menggunakan qSOFA. Cluster of Differentiation 64 (CD64) sebagai biomarker sepsis baru diketahui memiliki sensitivitas dan spesifisitas yang lebih tinggi dibandingkan prokalsitonin (PCT). Granulosit imatur (IG) sebagai biomarker sepsis yang murah, mudah dan sederhana. Tujuan penelitian ini adalah menentukan korelasi antara leukosit CD64 dan IG dengan PCT pada penderita sepsis bakterial. Metode. Penelitian cross-sectional dilakukan sejak Juni-September 2018. Sebanyak 25 subjek penelitian berdasarkan kriteria qSOFA dengan hasil kultur darah positif bakteri. Penelitian dilakukan di RSUD Dr. Soetomo. Pemeriksaan leukosit CD64 metode imunoflowsitometri, pemeriksaan IG dari SADT dan pemeriksaan PCT metode CLIA pada semua subjek penelitian. Hasil kultur merupakan data sekunder. Korelasi antara leukosit CD64 dan IG dengan PCT dianalisis dengan menggunakan kolerasi Spearman. Hasil. Rerata leukosit CD64 pada penderita sepsis bakterial 6,95±2,13 %, sedangkan media (min-maks) dari IG dan PCT adalah 3,67 (0,33–17,33) % dan 5,96 (0,39–181,5) ng/mL. Terdapat peningkatan leukosit CD64, IG dan PCT pada penderita sepsis bakterial. Tidak terdapat korelasi antara leukosit CD64 dengan PCT (p=0,281) dan terdapat korelasi bermakna antara IG dengan PCT (p<0,0001) pada penderita sepsis bakterial. Simpulan. Granulosit imatur dapat dijadikan alternatif sebagai biomarker sepsis bakterial yang murah dan mudah dengan ditunjang pemeriksaan lain yang mendukung. Leukosit CD64 masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut sebelum dijadikan sebagai petanda sepsis bakterial.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKA KK PPDS.PK. 17-18 Nov k
Uncontrolled Keywords: Leukosit CD64, granulosit imatur, prokalsitonin, sepsis bakterial
Subjects: R Medicine > RB Pathology > RB37-56.5 Clinical pathology. Laboratory technique
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran > Patologi Klinik
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
Citra Novita, NIM011428156302NIM011428156302
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorYetti Henaningsih, Dr., dr., Sp.PK(K)UNSPECIFIED
ContributorPuspa Wardhani, Dr., dr., Sp.PK(K)UNSPECIFIED
ContributorAnna Surgean Veterini, dr., SpAn. KICUNSPECIFIED
Depositing User: Tatik Poedjijarti
Date Deposited: 06 Dec 2018 09:11
Last Modified: 06 Dec 2018 09:11
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/76202
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item