KEBERPIHAKAN FIJI KEPADA TIONGKOK SEBAGAI RESPON ATAS PEMBEKUAN KEANGGOTAAN FIJI DALAM PACIFIC ISLANDS FORUM (2009-2014)

FAUZI FIRMANSYAH PRAKOSO, 071411233007 (2018) KEBERPIHAKAN FIJI KEPADA TIONGKOK SEBAGAI RESPON ATAS PEMBEKUAN KEANGGOTAAN FIJI DALAM PACIFIC ISLANDS FORUM (2009-2014). Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK_Fis.HI.69 18 Pra k.pdf

Download (548kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
FULLTEXT_Fis.HI.69 18 Pra k.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
[img]
Preview
Text (JURNAL)
JURNAL_Fis.HI.69 18 Pra k.pdf

Download (210kB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Kudeta militer yang berlangsung di Fiji pada tahun 2006 membuat Australia sebagai negara yang memiliki pengaruh cukup besar di kawasan menekan agar Fiji segera mengakhiri rezim militernya dengan melaksanakan pemilu yang demokratis. Namun, Fiji justru memutuskan untuk tidak melakukan pemilu terlebih dahulu. Atas keputusan Fiji tersebut, Australia memutuskan untuk memberikan hukuman kepada Fiji berupa pembekuan keanggotaan Fiji dalam Pacific Islands Forum (PIF). Hal ini berarti bahwa Fiji tidak lagi mendapatkan bantuan luar negeri baik dari Australia maupun dari PIF. Meski begitu, Fiji tetap yakin dengan keputusannya. Fiji justru membuat kebijakannya sendiri yang bertujuan untuk menjamin keberlangsungan negaranya, dimana salah satu bentuk kebijakan tersebut tidak lain adalah semakin menguatkan hubungannya dengan Tiongkok. Hal ini menjadi suatu hal yang unik mengingat pengaruh Tiongkok yang terhitung tidak terlalu besar di kawasan Pasifik Selatan. Meski begitu, Fiji yakin dengan keputusannya dan yakin bahwa Tiongkok mampu menggantikan posisi Australia sebagai pendonor utama bagi Fiji. Untuk menjelaskan pola hubungan antara Fiji dengan Tiongkok, penulis menggunakan pendekatan aliansi bonding yang kemudian mengarah kepada terbentuknya hubungan strategic partnership. Selain itu, hubungan tersebut juga menandakan bahwa Fiji belum dapat terlepas dari ketergantungannya terhadap bantuan luar negeri. Terlepas dari itu, hukuman yang diterima oleh Fiji pada nyatanya mampu meningkatkan perasaan independence serta confidence Fiji untuk dapat memainkan peran barunya di kawasan karena Fiji tidak lagi terikat dengan PIF. Bentuk peran baru ini dapat terlihat pada kritik-kritik yang diberikan kepada PIF serta peningkatan peran melalui Melanesian Spearhead Group (MSG) dan Pacific Islands Development Forum (PIDF).

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 Fis.HI.69/18 Pra k
Uncontrolled Keywords: Fiji, Tiongkok, Bonding, Strategic Partnership, Ketergantungan terhadap Bantuan Luar Negeri, Independence, Confidence.
Subjects: J Political Science > JZ International relations > JZ5-6530 International relations > JZ4835-5490 International organizations and associations
J Political Science > JZ International relations > JZ5-6530 International relations
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Hubungan Internasional
Creators:
CreatorsEmail
FAUZI FIRMANSYAH PRAKOSO, 071411233007UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorCitra Hennida, S.IP., MA.UNSPECIFIED
Depositing User: Mrs Nadia Tsaurah
Date Deposited: 06 Dec 2018 09:38
Last Modified: 06 Dec 2018 09:38
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/76218
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item