PERBEDAAN TINGKAT KONSUMSI GIZI DAN AKTIVITAS FISIK PADA SISWA REMAJA DOWN SYNDROME YANG BERSTATUS GIZI LEBIH DAN TIDAK BERSTATUS GIZI LEBIH

DIANA RIZQI FAUZIYAH, 101411231044 (2018) PERBEDAAN TINGKAT KONSUMSI GIZI DAN AKTIVITAS FISIK PADA SISWA REMAJA DOWN SYNDROME YANG BERSTATUS GIZI LEBIH DAN TIDAK BERSTATUS GIZI LEBIH. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (ABSTRACT)
KKC KK FKM.GZ 8 - 18 Fau p-Abstrak.pdf

Download (61kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
KKC KK FKM.GZ 8 - 18 Fau p.pdf
Restricted to Registered users only until 6 December 2021.

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Berat badan berlebih dan obesitas merupakan masalah gizi yang sering ditemui selama masa remaja dan masa awal dewasa bagi penyandang down syndrome. Masalah gizi tersebut disebabkan oleh ketidakseimbangan asupan makan dan aktivitas fisik. Tujuan penelitian ini ialah untuk membedakan tingkat konsumsi gizi dan aktivitas fisik pada siswa remaja down syndrome yang bertstatus gizi lebih dan tidak berstatus gizi lebih. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain studi case control. Total sampel penelitian ini adalah 26 siswa dengan jumlah pada setiap kelompok sebesar 13 siswa. Pengumpulan data menggunakan penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan, food recall 2x24 jam, food frequency questionnaire (FFQ), kuesioner aktivitas fisik, kuesioner pengetahuan gizi ibu, dan kuesioner untuk mengidentifikasi karakteristik siswa dan orang tua siswa. Analisis data menggunakan uji Mann Whitney dan Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan signifikan pada tingkat asupan energi (p=0,026) dan protein (p=0,007) serta tidak ada perbedaan signifikan pada tingkat asupan karbohidrat (0,136), asupan lemak (p=0,069), pengetahuan gizi ibu (p=0,425), dan aktivitas fisik (p=0,182). Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya perbedaan tingkat konsumsi energi dan protein pada siswa remaja down syndrome yang berstatus gizi lebih dan tidak berstatus gizi lebih serta tidak terdapat perbedaan tingkat konsumsi karbohidrat, tingkat konsumsi lemak, dan tingkat aktivitas fisik pada siswa remaja down syndrome yang berstatus gizi lebih dan tidak berstatus gizi lebih. Sebaiknya perlu dilakukan pengendalian dan kontrol dari orang tua sebagai pengatur makanan siswa untuk membatasi asupan gizi, terutama pada asupan energi dan protein. Selain itu, arahan dari orang tua untuk mengurangi perilaku sedentary dari siswa harus ditekankan oleh karena aktivitas down syndrome yang cenderung pasif.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM GZ 8/ 18 Fau p
Uncontrolled Keywords: nutrient consumption level, physical activity, adolescence, down syndrome, overnutrition
Subjects: T Technology > TX Home economics > TX341-641 Nutrition. Foods and food supply
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat > Program Studi Gizi
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
DIANA RIZQI FAUZIYAH, 101411231044UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorR. Bambang Wirjatmadi, Prof. , dr., M.S., M.CN., Ph.D, Sp.GK., seUNSPECIFIED
Depositing User: Mrs. Djuwarnik Djuwey
Date Deposited: 06 Dec 2018 12:48
Last Modified: 06 Dec 2018 12:48
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/76257
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item