FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI OUTCOME PADA PASIEN CARDIAC ARREST DI RSUD Dr. SOETOMO

Debie Setiarini, NIM011511133130 (2018) FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI OUTCOME PADA PASIEN CARDIAC ARREST DI RSUD Dr. SOETOMO. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (Abstrak)
abstrak.pdf

Download (51kB) | Preview
[img] Text (Fulltext)
FK PD 49 18 Set f.pdf
Restricted to Registered users only until 7 December 2021.

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Cardiac Arrest atau henti jantung merupakan kegagalan fungsi kelistrikan jantung yang menyebabkan sirkulasi darah menuju otak, paru-paru dan organ lain terganggu. Waktu terjadinya cardiac arrest tidak bisa diperkirakan dan kejadiannya berlangsung sangat cepat. Oleh karena itu, dibutuhkan penanganan yang tepat untuk meningkatkan outcome berupa Return of Spontaneous Circulation (ROSC) dan survival rate pada pasien cardiac arrest. Menurut PERKI (2015), angka kejadian cardiac arrest per tahun mencapai 300.000–350.000 kejadian. Tetapi, menurut penelitian Madl dan Holzer (2010), hanya 17-49% pasien cardiac arrest yang mengalami ROSC setelah dilakukan pertolongan dengan CPR (Cardio Pulmonary Resuscitation). CPR merupakan panduan utama dalam penanganan pasien cardiac arrest, tetapi presentase terjadinya kondisi ROSC pada pasien cardiac arrest setelah diberikan pertolongan CPR pun masih cukup rendah (AHA, 2015). Hal tersebut yang menyebabkan peneliti ingin mengetahui apakah jenis kelamin pasien, usia pasien, advanced response time oleh tim code blue, durasi CPR, serta penyakit dasar (base disease) pasien dapat mempengaruhi outcome pada pasien cardiac arrest. Hal ini bertujuan agar setelah faktor-faktor tersebut diketahui, maka penanganan pasien cardiac arrest akan lebih optimal, dan dapat meningkatkan outcome ROSC ataupun survival rate pada pasien cardiac arrest. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Penelitian ini menggunakan data primer yang berasal dari lembar evaluasi Cardio Pulmonary Resuscitation (CPR) pasien cardiac arrest di RSUD Dr. Soetomo mulai 1 Februari 2018 hingga 31 Agustus 2018. Analisis data penelitian ini menggunakan uji statistik Chi-Square dan juga Koefisien Kontingensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya 17,1% pasien cardiac arrest yang mengalami ROSC. Pasien cardiac arrest yang mengalami ROSC cenderung berjenis kelamin laki-laki, berusia > 40 tahun, memiliki advanced response time 5 menit, memiliki durasi CPR 15 menit, dan memiliki Charlson Co-morbidity Index (CCI) 2 poin. Secara statistik, usia dan jenis kelamin pasien tidak mempengaruhi outcome pada pasien cardiac arrest. Sedangkan advanced response time, durasi CPR, dan penyakit dasar (base disease) pasien mempengaruhi outcome pada pasien cardiac arrest dengan cukup kuat atau cukup signifikan. Dengan diketahuinya faktor-faktor tersebut, diharapkan outcome ROSC pada pasien cardiac arrest dapat lebih ditingkatkan. Faktor penolong seperti advanced response time dapat lebih dimaksimalkan untuk menghasilkan peningkatan outcome berupa ROSC pada pasien cardiac arrest. Penelitian lebih lanjut dengan sampel penelitian lebih banyak dan rentang waktu penelitian yang lebih lama diperlukan untuk mengetahui apakah ada faktor-faktor lain yang mempengaruhi outcome pada pasien cardiac arrest.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KK KKA FK. PD. 49/18 Set f
Uncontrolled Keywords: Cardiac arrest, Outcome, CPR, Cardio Pulmonary Resuscitation, ROSC, Return of Spontaneous Circulation, Influence.
Subjects: R Medicine > R Medicine (General) > R735-854 Medical education. Medical schools. Research
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran
Creators:
CreatorsNIM
Debie Setiarini, NIM011511133130NIM011511133130
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorPrihatma Kriswidyatomo, dr. , Sp.An.,UNSPECIFIED
Depositing User: Dewi Puspita
Date Deposited: 07 Dec 2018 15:16
Last Modified: 07 Dec 2018 15:16
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/76317
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item