MODEL PREDIKSI KETERLAMBATAN DIAGNOSIS PADA PENDERITA TBC PARU DI KOTA SURABAYA (STUDI KASUS DI WILAYAH SURABAYA TIMUR) TAHUN 2018

VERONIKA LAURENSIA OFONG, 101614553008 (2018) MODEL PREDIKSI KETERLAMBATAN DIAGNOSIS PADA PENDERITA TBC PARU DI KOTA SURABAYA (STUDI KASUS DI WILAYAH SURABAYA TIMUR) TAHUN 2018. Thesis thesis, Universitas Airlangga.

[img] Text (Fulltext)
TEP. 28-18 Ofo m.pdf
Restricted to Registered users only until 7 December 2021.

Download (1MB) | Request a copy
[img]
Preview
Text (Abstrak)
TEP. 28-18 Ofo m Abstrak.pdf

Download (58kB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Kota Surabaya merupakan salah satu Kabupaten/Kota di Jawa Timur dengan jumlah kasus TBC terbanyak pada tahun 2017 yaitu sejumlah 6488 kasus. Wilayah Surabaya Timur merupakan wilayah dengan jumlah kasus TBC BTA + baru tertinggi pada tahun 2017 setelah Surabaya Utara yakni sebanyak 427 kasus. Elemen kunci dari pengendalian TBC adalah diagnosis secara dini dan pengobatan yang efektif. Studi pendahuluan pada Bulan April tahun 2018 pada 4 puskesmas di Wilayah Surabaya Timur menunjukkan bahwa dari 22 penderita TBC Paru yang diwawancara terdapat 68% penderita yang mengalami keterlambatan diagnosis. Keterlambatan diagnosis dapat menyebabkan meningkatnya penularan di masyarakat, peningkatan keparahan penyakit, dan menyebabkan komplikasi lebih berat bahkan kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model prediksi keterlambatan diagnosis penderita TBC Paru di Kota Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional. Penelitian dilakukan di wilayah Surabaya Timur Kota Surabaya sebagai salah satu wilayah kantong TBC. Sampel adalah penderita TBC Paru BTA + yang didiagnosis pada triwulan II sebanyak 80 orang yang dipilih secara stratified random sampling pada 7 puskesmas dengan jumlah kasus tertinggi. Analisis multivariabel menunjukkan bahwa variabel yang berpengaruh terhadap keterlambatan diagnosis pada penderita TBC Paru adalah pengetahuan dengan p= 0,000 (OR=11,904 CI 95% 1,291 ≤ OR ≤ 109,735) dan persepsi dengan p = 0,000 (OR=11,341 CI 95% 2,136 ≤ OR ≤ 60,218). Adanya keterlambatan diagnosis menunjukkan bahwa tingkat penularan di masyarakat masih tinggi. Oleh karena itu, dinas kesehatan kota Surabaya perlu meningkatkan pendidikan kesehatan mengenai pencegahan dan penanggulangan TB pada masyarakat.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKC KK TEP. 28-18 Ofo m
Uncontrolled Keywords: Model Prediksi, Keterlambatan Diagnosis, TBC Paru.
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine > RA648.5-767 Epidemics. Epidemiology. Quarantine. Disinfection
R Medicine > RC Internal medicine > RC306-320.5 Tuberculosis
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat > Magister Epidemiologi
Creators:
CreatorsEmail
VERONIKA LAURENSIA OFONG, 101614553008UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorChatarina U.W, Prof. Dr., dr., M.S., MPHUNSPECIFIED
ContributorAtik Choirul Hidajah, Dr., dr., M.KesUNSPECIFIED
Depositing User: Tatik Poedjijarti
Date Deposited: 07 Dec 2018 17:12
Last Modified: 07 Dec 2018 17:12
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/76327
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item