ANALSIS KETERGANTUNGAN EKSPOR-IMPOR 5 NEGARA ASEAN DAN CINA DALAM MEMBENTUK ASEAN-CHINA FREE TRADE AREA (ACFTA)

TITIS TRI RAHAYU, 040217404 (2005) ANALSIS KETERGANTUNGAN EKSPOR-IMPOR 5 NEGARA ASEAN DAN CINA DALAM MEMBENTUK ASEAN-CHINA FREE TRADE AREA (ACFTA). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2006-rahayutiti-1103-c1206-k.pdf

Download (305kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
7634.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

mempersiapkan diri menghadapi perdagangan bebas dunia, yaitu melakukan integrasi regional dengan negara-negara anggota ASEAN yang terbentuk dalam ASEAN Free Trade Area (AFTA), disepakati pada Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN ke-4 di Singapura pada awal tahun 1992 yang diprakarsai oleh 6 negara ASEAN yaitu Brunai Darussalam, Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand. Vietnam bergabung pada tahun 1995 dan diikuti oleh Laos, Myanmar, dan Kamboja. Adapun tujuan AFTA secara eksternal adalah untuk meningkatkan intensitas perdagangan intra ASEAN di pasar internasional, sedangkan secara internal adalah mengurangi kesenjangan antar negara dalam wilayah kerja sama tersebut. Untuk melaksanakan tujuan tersebut maka disepakati Common Effective Preferential Tariff (CEPT) yaitu bertujuan untuk meningkatkan kegiatan perdagangan melalui pemberian tarif preferensi kepada produk-produk yang sama hasil produksi negara anggota ASEAN Semakin berkembangnya volume perdagangan negara-negara anggota AFTA, pada 4 November 2002 ditandatangani Free Trade Area antara AFTA dan Cina, yang bersepakat mewujudkan FTA ( Free Trade Area ) atau yang lebih dikenal dengan ASEAN-China Free Trade Area (ACFTA) yang berskala besar diseluruh dunia, dengan menyelesaikan negosiasi tentang penghapusan blok perdagangan tarif dan nontarif dalam KTT ASEAN yang berlangsung di Phnompen, Kamboja. Jika program ini dapat berjalan dengan baik maka FTA terbesar di seluruh dunia yang mengandung 1.9 milyar penduduk dan jumlah volume perdagangan 2.3 trilyun akan terwujud. Performa kinerja ekonomi Cina yang semakin meningkat diharapkan sangat bermanfaat bagi negara-negara Asia Tenggara untuk merangcang pertumbuhan ekonomi negara-negara ASEAN melalui integrasi ekonomi dengan penghapusan hambatan tarif dan non tarif dalam bentuk ACFTA Dalam skripsi ini penulis mencoba menganalisis ketergantungan perdagangan yang telah dilakukan oleh ASEAN dan Cina sebelum terbentuknya ACFTA dan melihat prospek hubungan kerjasama 5 negara ASEAN yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina dengan Cina melalui Indeks Ekspor, Indeks Impor dan Indeks Perdagangan untuk membentuk suatu integrasi ekonomi.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 C 12/06 Rah a
Uncontrolled Keywords: FOREIGN TRADE REGULATIONS; INTERNATIONAL TRADE
Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD6350-6940.7 Trade unions. Labor unions. Workers' associations
H Social Sciences > HF Commerce
Divisions: 04. Fakultas Ekonomi dan Bisnis > Ekonomi Pembangunan
Creators:
CreatorsEmail
TITIS TRI RAHAYU, 040217404UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorSuprajitno, Drs., EcUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Duwi Prebriyuwati
Date Deposited: 09 May 2006 12:00
Last Modified: 06 Jul 2017 02:22
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/7634
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item