BENTUK KEKERASAN PADA TOKOH UTAMA DALAM NOVEL DUNIA DUNIYA KARYA DEWI SARTIKA: KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA

WAYU MEGA PUTRI, 121211132014 (2018) BENTUK KEKERASAN PADA TOKOH UTAMA DALAM NOVEL DUNIA DUNIYA KARYA DEWI SARTIKA: KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
FS BI 103 18 Put b ABSTRAK.pdf

Download (68kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
FS BI 103 18 Put b.pdf
Restricted to Registered users only until 14 December 2021.

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian “Bentuk Kekerasan terhadap Tokoh Anak dalam Novel Dunia Duniya Karya Dewi Sartika: Kajian Psikologi Sastra” diteliti dengan tujuan menemukan bentuk kekerasaan pada tokoh anak dalam novel. Tujuan akhir penelitian ini ialah memaknai secara psikologis bentuk kekerasan anak dalam novel karya Dewi Sartika. Penelitian ini menggunakan teori struktural. Unsur intrinsik difokuskan pada unsur tokoh (penokohan) guna mengidentifikasi tokoh utama dan tokoh tambahan dalam novel. Analisis selanjutnya dilakukan untuk menemukan bentuk kekerasan pada tokoh utama, yakni Duniya dan Sihar. Bentuk kekerasan yang telah ditemukan dimaknai dengan pendekatan psikoanalisa Sigmund Freud. Berdasarkan hasil identifikasi tokoh ditemukan bentuk kekerasan terhadap tokoh Duniya dan Sihar. Orientasi kekerasan pada tokoh Duniya masuk ke dalam emotional abuse, verbal abuse, dan physic abuse. Tokoh Sihar mendapat bentuk kekerasan yang berorientasi pada emotional abuse, dan physic abuse. Dari fenomena kekerasan tersebut menghasilkan pemaknaan mengenai perkembangan psikologis dari kedua tokoh utama. Hal ini menekankan pada mekanisme pertahanan ego kedua tokoh dalam mengendalikan kekerasan yang mereka alami. Duniya yang mendapat impuls id dan tidak dapat mengendalikannya, berkahir sebagai anak yang merasa kurang kasih sayang dari orang terdekatnya terutama orang tua. Oleh karena itu, ketika bertemu dengan Sihar, dorongan dari impuls id membuat Duniya merasa mendapat kasih sayang dari orang terdekat. Tokoh Sihar yang mendapat impuls id atas penerimaan kondisi kekerasan dari sang Papa menuntut mekanisme pertahanan ego menyeimbangkan hal negatif menjadi hal positif. Bentuk kekerasan yang diterima Sihar membuatnya belajar untuk menjadi lelaki yang mengayomi dan bertanggung jawab. Dengan demikian, karakteristik pada setiap tokoh serta keseimbangan mekanisme pertahanan ego yang berbeda akan menghasilkan perkembangan psikologis yang berbeda.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FS BI 103/18 Put b
Uncontrolled Keywords: Fenomena Kekerasan, Novel Dunia Duniya, Sigmund Freud, Tokoh Anak.
Subjects: P Language and Literature > PJ Semitic > PJ6073-7144 Language
Divisions: 12. Fakultas Ilmu Budaya > Sastra Indonesia
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
WAYU MEGA PUTRI, 121211132014UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorI.B. Putera Manuaba, Prof. Dr. , Drs., M.HumUNSPECIFIED
Depositing User: Dwi Marina
Date Deposited: 14 Dec 2018 13:19
Last Modified: 14 Dec 2018 13:19
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/76791
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item