MODEL SUPERVISI FAIR, FEEDBACK, FOLLOW UP TERHADAP KEPATUHAN PERAWAT DALAM PENERAPAN PPI (PENCEGAHAN PENGENDALIAN INFEKSI) SEBAGAI UPAYA PENURUNAN KEJADIAN PHLEBITIS

MOKHAMAD NURHADI, NIM. 131614153029 (2018) MODEL SUPERVISI FAIR, FEEDBACK, FOLLOW UP TERHADAP KEPATUHAN PERAWAT DALAM PENERAPAN PPI (PENCEGAHAN PENGENDALIAN INFEKSI) SEBAGAI UPAYA PENURUNAN KEJADIAN PHLEBITIS. Thesis thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
TKP 30_18 Nur m ABSTRAK.pdf

Download (116kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
TKP 30_18 Nur m.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Pendahuluan: Dalam forum Asian Pasific Economic Comitte (APEC) atau Global health Security Agenda (GHSA) penyakit infeksi terkait pelayanan kesehatan telah menjadi agenda yang di bahas. Hal ini menunjukkan bahwa HAIs yang ditimbulkan berdampak secara langsung sebagai beban ekonomi negara. Fenomena yang sering kita jumpai dilapangan dalam pelayanan keperawatan semua intervensi keperawatan sudah memiliki standart prosedur operasional (SPO) untuk keselamatan pasien, namun masih banyak ditemukan perilaku kurang patuh dari perawat dalam melaksanakan prosedur tindakan. Salah satunya adalah ketidak patuhan terhadap program penerapan pengendalian infeksi. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model supervisi fair feedback follow up yang diharapkan mampu meningkatkan kepatuhan perawat dalam penerapan prosedur pengendalian infeksi terhadap penurunan kejadian Phlebitis Metode: penelitian ini mengunakan desain eksplanasi deskriptif degan pendekatan Cross Sectional dan tahap kedua adalah uji coba. Tahap berikutnya evaluasi pelaksaaayang melibatkan 144 responden dipilih secara purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner dan observasi. Partial Least Square (PLS) digunakan untuk menguji faktor yang mempegaruhi pelaksanaan supervisi fair, feedback, follow Up. Hasil Faktor organisasi (koefisien jalur sebesar 0.565) berpengaruh terhadap supervisi fair, feedback, follow Up. Faktor individu (koofisien jalur 0.609) berpengaruh terhadap supervisi fair, feedback, follow Up. Faktor Individu (koofisien jalur 0.510) berpengaruh terhadap kejadian flebitis. Faktor pekerjaan (koofisien jalur 0.313) berpengaruh terhadap kejadian phlebitis. Uji non parametris dengan mengunakan Wilcoxon di dapatkan p. Value pada kelompok perlakuan p = 0,002, p < 0,05 yang berarti terdapat perbedaan skor awal dan akhir pada kelompok intervensi, Uji beda pada kelompok intervensi dan kontrol terhadap kejadian phlebitis bakterial dilakukan dengan mengunakan uji Kruskal Walis di dapatkan p = 0.000, dimana p < α maka Ho ditolak sehingga terdapat perbedaan antara kelompok kontrol dan intervensi. Kesimpulan dan Saran: faktor organisasi, faktor individu merupakan faktor yang penting dalam pelaksanaan model supervisi fair, feedback, follow Up.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKC KK TKP 30/18 Nur m
Uncontrolled Keywords: Superfisi Fair Feedback Follow Up, Kepatuhan Perawat dalam pencegahan dan pengendalian infeksi, Kejadian Flebitis
Subjects: R Medicine > RC Internal medicine > RC109-216 Infectious and parasitic diseases
R Medicine > RT Nursing
Divisions: 13. Fakultas Keperawatan > Magister Keperawatan
Creators:
CreatorsEmail
MOKHAMAD NURHADI, NIM. 131614153029UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ConsultantNursalam, Prof. Dr., M.Nurs (Hons)UNSPECIFIED
ConsultantSoenarnatalina Melaniani, Dr., Ir., M.Kes.UNSPECIFIED
Depositing User: Sulistiorini
Date Deposited: 19 Dec 2018 10:13
Last Modified: 21 Dec 2018 14:47
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/77044
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item