PENGARUH PEMBENTUKAN KOKRISTAL LORATADIN-ASAM SUKSINAT YANG DIBUAT DENGAN METODE PENGUAPAN PELARUT TERHADAP KARAKTERISTIK FISIKOKIMIANYA

HANNY LYSTIA SARI, 051411133050 (2018) PENGARUH PEMBENTUKAN KOKRISTAL LORATADIN-ASAM SUKSINAT YANG DIBUAT DENGAN METODE PENGUAPAN PELARUT TERHADAP KARAKTERISTIK FISIKOKIMIANYA. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img] Text (Abstrak)
FF.F. 23-18 Sar p Abstrak.pdf

Download (33kB)
[img] Text (Fulltext)
FF.F. 23-18 Sar p.pdf
Restricted to Registered users only until 27 December 2021.

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Loratadin merupakan antihistamin antagonis H1 (AH1) generasi kedua yang digunakan untuk menghilangkan gejala atau kondisi alergi. Loratadin termasuk dalam Biopharmaceutics Classification System (BCS) kelas II, artinya memiliki kelarutan dalam air yang rendah dan permeabilitas tinggi. Upaya peningkatan kelarutan loratadin dicapai dengan pembentukan kokristal loratadin-asam suksinat menggunakan perbandingan molar 1:1 dan 1:2 yang dibuat dengan metode penguapan pelarut. Kokristal loratadin-asam suksinat yang terbentuk dikarakterisasi menggunakan differential thermal analysis (DTA), difraksi sinar-X serbuk (DSXS), fourier transform infrared (FTIR), dan scanning electron microscope (SEM) untuk mengetahui karakteristik fisikokimianya. Berdasarkan termogram, difraktogram, spektra FTIR, dan fotomikrograf SEM kokristal loratadin-asam suksinat menunjukkan karakteristik fisikokimia yan berbeda dibandingkan campuran fisik dan bahan awalnya. Termogram DTA menunjukkan peurunan titik lebur dibandingkan bahan penyusunnya. Termogram kokristal 1:1 menunjukkan titik lebur kokristal pada suhu 110,9ºC, sedangkan termogram kokristal 1:2 menunjukkan dua puncak endotermik pada suhu 108,1 dan 162,4ºC. Difraktogram kokristal 1:1 memunculkan puncak difraksi baru pada sudut 2θ = 5,28; 10,09; 12,06; 15,74; 21,89; 28,59°, sedangkan difraktogram kokristal 1:2 memunculkan puncak difraksi baru pada sudut 2θ = 9,89; 12,06; 21,85; 28,41°. Spektra FTIR kokristal menunjukkan pergeseran serapan C=O dan perubahan pola pada daerah O-H. Fotomikrograf SEM menunjukkan kokristal loratadinasam suksinat memiliki bentuk yang berbeda dan ukuran kristal yang lebih kecil dibandingkan loratadin dan asam suksinat tunggal.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF.F. 23-18 Sar p
Uncontrolled Keywords: Loratadin, Asam suksinat, Kokristal, Penguapan Pelarut, Karakteristik fisikokimia
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica > RS1-441 Pharmacy and materia medica
Divisions: 05. Fakultas Farmasi > Farmastika
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
HANNY LYSTIA SARI, 051411133050UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorDwi Setyawan, Dr., S.Si., M.Si., Apt.UNSPECIFIED
ContributorRetno Sari, Dr., M.Sc., AptUNSPECIFIED
Depositing User: Tatik Poedjijarti
Date Deposited: 27 Dec 2018 07:14
Last Modified: 27 Dec 2018 07:14
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/77222
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item