PENGARUH PERBANDINGAN RUTIN – KASEIN PADA PEMBENTUKAN MISEL KERING DENGAN MENGGUNAKAN MALTODEKSTRIN SEBAGAI PROTEKTAN TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK DAN KELARUTANNYA

NI LUH ERADEASTY PUTRI DARMAWAN, 051411131164 (2018) PENGARUH PERBANDINGAN RUTIN – KASEIN PADA PEMBENTUKAN MISEL KERING DENGAN MENGGUNAKAN MALTODEKSTRIN SEBAGAI PROTEKTAN TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK DAN KELARUTANNYA. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img] Text (Abstrak)
FF.F. 25-18 Dar p Abstrak.pdf

Download (61kB)
[img] Text (Fulltext)
FF.F. 25-18 Dar p.pdf
Restricted to Registered users only until 27 December 2021.

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Rutin digolongkan kedalam BCS Kelas II dengan sifatnya yang sukar larut namun memiliki permeabilitas yang tinggi. walaupun rutin memiliki banyak aktivitas farmakologi seperti antialergi, antiinflamasi, dan antitumor. Misel kering dapat meningkatkan kelarutan dan bioavaibilitas dari rutin dengan strukturnya yang amfifilik mampu untuk mengikat rutin pada bagian non polar dari misel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari adanya perbandingan/rasio dari rutin dan kasein pada sifat termalnya, krisalinitas, morfologi dan kelarutannya. Misel kering pada penelitian ini dibuat dengan metode direct dissolution dengan perbandingan berat dari rutin dan kasein sebesar 1:10 dan 5:10. Karakteristik fisik dari misel kering rutin-kasein dianalisis dengan menggunakan Differential Thermal Analysis (DTA), X-Ray Diffraction (XRD), dan Scanning Electron Microscopy (SEM). Hasil dari analisis termal yang telah dilakukan menunjukkan keempat formula M1, M2, M3 dan M4 memiliki sifat yang homogen ditunjukkan dengan munculnya satu pncak endotermik pada termogram. Kristalinitas ditunjukkan dengan difraktogram XRD yang menunjukkan pola amorf dari keempat formula misel kering. Morfologi yang dianalisis dengan menggunakan SEM menunjukkan molekul misel yang speris dan berukuran besar dengan molekul speris kecil mengelilinginya. Kelarutan dari rutin pada formula M1, M2, M3, dan M4 meningkat dari 40,50 ppm ke 1736,70 ppm, 1337,87 ppm, 7660,83 ppm, dan 5264,59 ppm pada jam ke – 6 secara berurutan. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa sistem misel kering dapat meningkatkan kelarutan dari rutin dan memperbaiki karakteristik fisiknya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF.F. 25-18 Dar p
Uncontrolled Keywords: rutin, kasein, misel kering, karakteristik fisik, kelarutan
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica > RS1-441 Pharmacy and materia medica
Divisions: 05. Fakultas Farmasi > Farmastika
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
NI LUH ERADEASTY PUTRI DARMAWAN, 051411131164UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorHelmy Yusuf, S.Si., M.Sc., PhD., AptUNSPECIFIED
ContributorDwi Setyawan, Dr., S.Si., M.Si., AptUNSPECIFIED
Depositing User: Tatik Poedjijarti
Date Deposited: 27 Dec 2018 07:27
Last Modified: 27 Dec 2018 07:27
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/77226
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item