OPTIMASI KOMBINASI MIKROKRISTALIN SELULOSA PH101 DAN MALTITOL SEBAGAI CUSHIONING AGENT PADA TABLET MULTIPLE-UNIT PELLET SYSTEM (MUPS)METFORMIN HCL

SARAS DAMAYANTI, 051411133043 (2018) OPTIMASI KOMBINASI MIKROKRISTALIN SELULOSA PH101 DAN MALTITOL SEBAGAI CUSHIONING AGENT PADA TABLET MULTIPLE-UNIT PELLET SYSTEM (MUPS)METFORMIN HCL. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img] Text (Abstrak)
FF.F. 30-18 Dam o Abstrak.pdf

Download (322kB)
[img] Text (Fulltext)
FF.F. 30-18 Dam o.pdf
Restricted to Registered users only until 27 December 2021.

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan rasio optimal dari MCC PH101-maltitol sebagai cushioning agent untuk perlindungan pada MUPS saat proses kompaksi. Optimasi dibuat dalam tiga rasio yang berbeda dari MCC PH101-maltitol (1:0; 10:1; dan 5:1 b/b). Cushioning agent dibuat dengan co-process, yaitu maltitol dilarutkan dalam air diikuti dengan mendispersikan MCC PH101 dalam larutan maltitol. Dispersi digiling menggunakan yttrium stabilized zirconium beads berukuran 0,5 mm untuk mendapatkan ukuran partikel 10 μm, lalu dikeringkan dengan proses spray dry pada suhu outlet 70 C melalui diameter nozzle 1,0 mm. Kemudian diperoleh hasil analisis sifat kimia, fisik dan mekanik dari cushioning agent. Uji mutu fisik dari tablet MUPS yang diperoleh juga dievaluasi. Uji disolusi dari tablet MUPS dilakukan untuk setiap rasio cushioning agent dan data yang diperoleh digunakan untuk menilai cushioning agent paling optimal yang dapat melindungi pelet dari kerusakan selama proses kompaksi. Difference factor (f1) dan similarity factor (f2) diaplikasikan untuk mengevaluasi profil disolusi tablet MUPS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profil disolusi pelet metformin HCl yang dikompaksi pada tekanan 2 kN dengan MCC PH101-maltitol 5:1 sebagai cushioning agent memiliki nilai yang paling mirip dengan profil disolusi pelet yang tidak dikompaksi. Nilai f1 dan f2 yang diperoleh adalah masing-masing 10,0 dan 61,2, walaupun tensile strength tablet yang diperoleh rendah. Peningkatan gaya kompaksi menjadi 4 kN mengakibatkan kerusakan pelet seperti yang ditunjukkan oleh profil disolusi. Maka dari itu, didapatkan kesimpulan bahwa co-processed cushioning agent MCC PH101-maltitol 5:1 menjadi kombinasi paling optimal untuk melindungi pelet dari kerusakan selama kompaksi, tetapi gaya kompaksi harus dijaga pada tekanan 2 kN.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF.F. 30-18 Dam o
Uncontrolled Keywords: tablet MUPS, cushioning agent, MCC PH101, maltitol
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica > RS200-201 Pharmaceutical dosage forms
Divisions: 05. Fakultas Farmasi > Farmastika
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
SARAS DAMAYANTI, 051411133043UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorMaria L. A. D. Lestari, Dr.rer.nat., Apt.UNSPECIFIED
ContributorSugiyartono, Dr., M.S., Apt.UNSPECIFIED
Depositing User: Tatik Poedjijarti
Date Deposited: 27 Dec 2018 08:19
Last Modified: 27 Dec 2018 08:19
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/77234
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item