PENGARUH JENIS SURFAKTAN (Tween® 80 dan Sodium Lauril Sulfat) DALAM MEDIA DISOLUSI pH 1,2 TERHADAP LAJU DISOLUSI DAN KELARUTAN NANOKRISTAL HESPERETIN-POLOKSAMER 407 50% b/b

AGNESYA ELYSABETH KODISU, 051411131120 (2018) PENGARUH JENIS SURFAKTAN (Tween® 80 dan Sodium Lauril Sulfat) DALAM MEDIA DISOLUSI pH 1,2 TERHADAP LAJU DISOLUSI DAN KELARUTAN NANOKRISTAL HESPERETIN-POLOKSAMER 407 50% b/b. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img] Text (Abstrak)
FF.F. 31-18 Kod p Abstrak.pdf

Download (150kB)
[img] Text (Fulltext)
FF.F. 31-18 Kod p.pdf
Restricted to Registered users only until 27 December 2021.

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Hesperetin adalah aglikon glikosida flavonon hesperidin yang memiliki beberapa efek farmakologis seperti antioksidan dan efek antihipertensi. Hesperetin diketahui memiliki kelarutan yang buruk dalam air, yaitu sekitar 15,72 μg / mL. Salah satu strategi formulasi yang dapat diterapkan untuk mengatasi masalah ini adalah memformulasikan hesperetin sebagai nanokristal. Dalam penelitian ini, hesperetin dianonimkan dengan poloxamer 407 sebagai zat penstabil untuk membentuk nanosuspensi. Dengan demikian, nanosuspensi kemudian dibekukan kering untuk mendapatkan nanocrystals. Sampai saat ini, tidak ada metode uji disolusi hesperetin serta nanokristal hesperetin di dalam kompendia. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju disolusi hesperetin dalam cairan lambung simulasi (SGF) tanpa enzim (HCl 0,1 N pH 1,2) dengan penambahan surfaktan untuk memperoleh kondisi sink. Dua jenis surfaktan yang berbeda yang digunakan di sini adalah: tween® 80 dan sodium lauril sulfat, keduanya ditambahkan pada konsentrasi 1,0% (b/v). Sebelum uji disolusi, dilakukan uji kelarutan jenuh untuk campuran fisik dan nanokristal dari hesperetin-poloxamer 407 untuk menentukan kondisi tenggelam (sink) dalam uji disolusi. Uji disolusi dilakukan pada 37o C dan kecepatan agitasi 50 rpm menggunakan apparatus 2 (dayung) selama 120 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nanokristal hesperetin-poloxamer 407 memiliki kelarutan serta laju disolusi lebih tinggi dibandingkan dengan campuran fisiknya. Selain itu, penambahan tween® 80 dalam media disolusi menghasilkan tingkat kelarutan dan laju disolusi nanokristal dan campuran fisik dari hesperetin-poloxamer 407 yang lebih tinggi dibandingkan dengan SLS.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF.F. 31-18 Kod p
Uncontrolled Keywords: Hesperetin, Poloxamer 407, Nanokristal, Disolusi, Tween®80, SLS, Media asam (HCl), kondisi Sink
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica > RS1-441 Pharmacy and materia medica
Divisions: 05. Fakultas Farmasi > Farmastika
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
AGNESYA ELYSABETH KODISU, 051411131120UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorMaria L. A. D. Lestari, Dr.rer.nat., Apt.UNSPECIFIED
ContributorRetno Sari, Dr., M.Sc., Apt.UNSPECIFIED
Depositing User: Tatik Poedjijarti
Date Deposited: 27 Dec 2018 08:24
Last Modified: 27 Dec 2018 08:24
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/77235
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item